Pemko Pekanbaru Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

  • 22 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendukung penuh program ketahanan pangan yang dilakukan Kelompok Tani Agro Mandiri Sejahtera melalui penanaman padi serentak di lahan seluas dua hektare di Kelurahan Tangkerang Utara, Selasa 22 September 2026.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mengoptimalkan lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan. Menurutnya, lahan tidur dapat diproduktifkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

“Lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan hari ini kita produktifkan dengan menanam padi. Ini sesuatu yang sangat positif dan kami berharap dapat diikuti pemilik lahan lainnya di Kota Pekanbaru,” ujar Markarius.

Ia mengajak pemilik tanah yang lahannya masih kosong untuk memanfaatkannya melalui kerja sama dengan kelompok tani. Pemko Pekanbaru, kata dia, siap memberikan jaminan agar lahan yang dipinjamkan tetap menjadi hak pemilik dan dapat diambil kembali ketika akan digunakan.

“Daripada lahan kosong dan tidak dimanfaatkan, silakan dipinjamkan kepada petani. Pemerintah siap memberikan jaminan bahwa tanah tersebut tidak akan dijual dan bisa diambil kembali kapan pun pemilik membutuhkannya,” jelasnya.

Markarius berharap semakin banyak lahan kosong di Pekanbaru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Menurutnya, masyarakat dapat menanam berbagai komoditas sesuai kondisi lahan, selama mampu memberikan manfaat dan mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Agro Mandiri Sejahtera, Riyono Gede Trisoko, mengatakan penanaman perdana saat ini difokuskan pada padi gogo. Selain padi, kelompok tani juga berencana memanfaatkan bagian tanggul dan pembatas lahan untuk menanam komoditas lain seperti kacang, semangka, dan melon.

“Untuk tahap pertama, program pemerintah difokuskan pada penanaman padi. Namun, di bagian pembatas dan tanggul akan kami manfaatkan untuk tanaman lain seperti kacang, semangka atau melon,” kata Riyono.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 12 warga di sekitar lokasi yang terlibat dalam kelompok tani tersebut. Untuk tanaman padi yang ditanam, pihaknya menggunakan varietas padi gogo yang diperuntukkan bagi lahan kering dan berasal dari Dinas Pertanian.

Riyono menargetkan tanaman padi tersebut dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga setengah bulan. Setelah masa panen pertama, kelompok tani akan kembali melakukan penanaman dengan tetap memprioritaskan komoditas padi serta tanaman sela di bagian pembatas lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....