Asap Berpotensi Ganggu Jarak Pandang Riau
- 16 Sep 2026 10:25 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kondisi udara kabur masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Rabu, 16 September 2026. Fenomena tersebut dipengaruhi asap dan berpotensi mengurangi jarak pandang masyarakat.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan udara kabur hingga berawan diprakirakan terjadi sejak pagi hingga siang. Kondisi tersebut masih berlanjut pada sore dan malam hari dengan udara kabur hingga cerah berawan.
“Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap atau smoke yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang,” ujar Putri Santy S.
Pada dini hari, udara kabur hingga berawan masih berpeluang terjadi. BMKG juga memperkirakan hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti.
Meski demikian, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada Rabu. “Peringatan dini nihil,” ucap Putri.
Suhu udara Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50 hingga 97 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 sampai 40 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Sementara itu, kondisi hotspot di Riau masih menjadi perhatian. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mendeteksi 115 titik panas di wilayah Riau.
Indragiri Hulu menjadi daerah dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni 84 titik. Kemudian Indragiri Hilir 16 titik, Kuantan Singingi enam titik, Pelalawan lima titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu dan Dumai masing-masing satu titik.
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 5.983 titik. Sumatera Selatan mendominasi dengan 4.169 titik, disusul Jambi 735 titik, Bangka Belitung 446 titik dan Lampung 378 titik.
Dengan masih adanya potensi asap, masyarakat diimbau memperhatikan kondisi jarak pandang, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun berkendara pada wilayah yang terdampak kekaburan udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....