Harga Kelapa Inhil Anjlok, DPRD Riau Akan Panggil Dinas Terkait

  • 15 Sep 2026 11:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Komisi II DPRD Provinsi Riau berencana memanggil Dinas Perkebunan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau untuk membahas persoalan penurunan harga kelapa yang saat ini berdampak terhadap kondisi petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi II menemukan adanya penurunan harga jual kelapa di tingkat petani. Kondisi itu dinilai cukup memberatkan karena harga yang diterima petani belum seimbang dengan biaya produksi, perawatan kebun, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya harga kelapa adalah keterbatasan kapasitas penampungan di PT Sambu Group. Kondisi tersebut menyebabkan penyerapan hasil panen petani mengalami hambatan.

Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat bersama berbagai instansi terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Sebagai tindak lanjut dari sidak kemarin, Komisi II DPRD Riau akan mengadakan rapat bersama seluruh pihak terkait untuk membahas persoalan tata niaga, harga, produktivitas, keberlangsungan industri, hingga perlindungan terhadap petani kelapa,” ujar Adam, Senin 14 September 2026.

Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah nyata dan kebijakan yang dapat memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga keberlangsungan industri pengolahan kelapa di Riau.

“Kita ingin mencari solusi bersama agar petani mendapatkan kesejahteraan, tetapi industri pengolahan kelapa juga tetap dapat berjalan secara berkelanjutan. Saya yakin akan ada jalan terbaik untuk persoalan ini,” katanya.

Adam menegaskan, Komisi II DPRD Riau akan terus mengawal perkembangan sektor kelapa, termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat apabila diperlukan.

Ia menjelaskan bahwa keberlangsungan industri dan kesejahteraan petani merupakan dua hal yang harus berjalan bersama. Menurutnya, keduanya memiliki peran penting dalam membangun rantai ekonomi kelapa yang kuat di Provinsi Riau.

Saat ini, harga kelapa di tingkat petani berada pada kisaran Rp2.600 per kilogram. Nilai tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar Rp2.200 per kilogram. Namun, harga tersebut masih menjadi perhatian karena petani harus menanggung berbagai biaya mulai dari pemeliharaan kebun hingga proses produksi.

Indragiri Hilir yang dikenal sebagai “Negeri Hamparan Kelapa Dunia” memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kelapa dengan luas lahan mencapai sekitar 400 ribu hektare. Potensi tersebut menjadikan komoditas kelapa sebagai salah satu sumber utama perekonomian masyarakat sehingga diperlukan perhatian serius agar sektor ini tetap berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....