PLN dan DPRD Riau Perkuat Sinergi, Dorong Pemerataan dan Keandalan Listrik

  • 07 Sep 2026 18:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (PLN UID Riau Kepri) bersama DPRD Provinsi Riau memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan akses listrik di Provinsi Riau.

Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Pembahasan Rencana Program Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Provinsi Riau di Kantor DPRD Provinsi Riau, Senin 7 September 2026.

Rapat dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’Mun Solikhin, Wakil Ketua Komisi IV Darmalis, jajaran Komisi IV, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Ismon Diondo Simatupang, serta General Manager PLN UID Riau Kepri Didik Wicaksono bersama jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan Riau yang saat ini memiliki daya mampu sebesar 2.066 megawatt (MW). Sementara beban puncak mencapai 1.669 MW dengan cadangan daya 397 MW.

Ketersediaan cadangan tersebut dinilai masih mampu menopang pertumbuhan kebutuhan listrik, termasuk penambahan pelanggan baru di Provinsi Riau.

Selain kapasitas sistem, penguatan jaringan di wilayah kepulauan menjadi salah satu perhatian utama. PLN membahas rencana penguatan sistem kelistrikan di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti melalui interkoneksi dengan jaringan listrik Sumatera.

Dengan interkoneksi tersebut, pasokan listrik di kedua wilayah diharapkan semakin terintegrasi dengan sistem grid Sumatera. PLN juga merencanakan penambahan satu Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) menuju Pulau Rupat guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Di sisi pemerataan akses, PLN menargetkan Program Listrik Dusun pada 2026 dapat menjangkau 72 dusun dengan potensi sekitar 7.000 calon pelanggan.

Pembangunan jaringan tersebut meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 192,71 kilometer sirkit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 299,83 kms.

Program elektrifikasi akan kembali diperluas pada 2027 dengan target sebanyak 348 dusun lainnya dapat teraliri listrik PLN. Perluasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses listrik.

PLN juga memasukkan agenda transisi energi dalam rencana pembangunan kelistrikan Riau. Salah satunya melalui program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem hybrid yang direncanakan di 11 lokasi, terutama di wilayah kepulauan.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’Mun Solikhin menyatakan dukungan terhadap langkah PLN dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan sekaligus memperluas akses listrik masyarakat.

“Kami mendukung langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan dan memperluas akses listrik hingga ke dusun dan wilayah kepulauan. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Riau,” ujar Ma’Mun.

General Manager PLN UID Riau Kepri Didik Wicaksono mengatakan penguatan sistem dan pemerataan akses listrik menjadi bagian dari upaya PLN menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

“PLN terus memperkuat sistem kelistrikan Riau, termasuk melalui pengembangan sistem interkoneksi dan peningkatan keandalan pasokan di wilayah kepulauan. Bersamaan dengan itu, perluasan akses listrik terus kami lakukan agar manfaat listrik dapat dirasakan semakin merata oleh masyarakat,” kata Didik.

Ia menambahkan, PLN juga berkomitmen menjalankan transisi energi melalui pengembangan EBT di sejumlah wilayah Riau.

“PLN ingin memastikan pembangunan kelistrikan di Riau berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan energi untuk masa depan,” tutur Didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....