Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Masih Dibatalkan
- 07 Sep 2026 15:05 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Jakarta masih dibatalkan akibat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Senin 7 September 2026.
PGS General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Imamura Ginting, mengatakan pembatalan penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma telah berlangsung sejak Minggu 6 September. Dalam dua hari, tercatat puluhan penerbangan mengalami pembatalan.
"Sejak dua hari ini telah terjadi pembatalan penerbangan dari Bandara Pekanbaru menuju Bandara Soekarno-Hatta ataupun ke Halim. Sejak tanggal 6 kemarin, telah terjadi 34 pembatalan penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Jakarta maupun Halim Perdanakusuma," ujar Imamura.
Imamura mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan penerbangan menuju Jakarta kembali normal karena masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan abu vulkanik berdasarkan informasi dari pihak berwenang. Untuk Senin 7 September 2026, pihaknya menerima informasi melalui NOTAM bahwa Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma ditutup hingga pukul 18.00 WIB.
"Untuk hari ini kami telah mendapatkan laporan dari pihak maskapai ada pembatalan 28 flight penerbangan, 14 yang akan berangkat dan 14 yang akan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," katanya.
Akibat pembatalan tersebut, sebanyak 4.629 penumpang terdampak dan batal melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Salah seorang calon penumpang tujuan Jakarta, Andri, mengaku telah beberapa kali melakukan penjadwalan ulang atau reschedule penerbangannya. Ia berharap maskapai memberikan kepastian, terutama terkait proses pengembalian biaya tiket atau refund bagi penumpang yang memilih membatalkan perjalanan.
"Saya hari ini sudah tiga kali reschedule, dari Jumat, Sabtu, Minggu. Tanggapannya mau bagaimana, namanya musibah, kita juga tidak bisa lari dari itu. Tapi balik lagi mungkin ke sistem maskapainya. Selama dua hari ini tidak ada pemberitahuan. Jadi lebih ke refund, jangan dipersulit," ujar Andri.
Andri mengatakan kondisi tersebut juga membuatnya harus mengeluarkan biaya tambahan karena telah memesan hotel selama dua malam. Ia membutuhkan kepastian mengenai penerbangannya agar dapat menentukan apakah tetap menunggu atau menggunakan moda transportasi lain untuk kembali.
Dampak pembatalan penerbangan juga dirasakan pelaku usaha transportasi di sekitar Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Salah seorang operator taksi online, Aril, mengaku jumlah penumpang yang menggunakan jasanya mengalami penurunan cukup signifikan karena minimnya kedatangan penumpang dari luar daerah, terutama dari Jakarta dan sekitarnya.
"Untuk penurunan dari sisi penumpang ada berpengaruh juga dengan kita. Karena tidak banyak yang datang dari luar kota ke sini, terutama dari daerah Jakarta dan sekitarnya. Jadi berdampak juga dengan kita," kata Aril.
Menurut Aril, penurunan jumlah penumpang mencapai sekitar 85 persen dibandingkan kondisi normal. Jika pada hari ramai jumlah order dapat mencapai sekitar 200 hingga 300 penumpang, saat ini jumlahnya bahkan kurang dari 100.
Kondisi tersebut diharapkan segera mendapat kepastian seiring perkembangan situasi abu vulkanik dan operasional bandara tujuan, sehingga penerbangan kembali normal dan aktivitas penumpang serta pelaku usaha transportasi di sekitar Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dapat kembali berjalan seperti biasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....