OMC Kembali Digelar, Hujan Diharapkan Bantu Redam Karhutla Riau

  • 28 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah kembali mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sebagai bagian dari strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi penyemaian awan kembali dilakukan pada Kamis 27 agustus 2026 dengan menyasar sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan tambahan curah hujan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pelaksanaan OMC pada Kamis dilakukan sebanyak dua sortie penerbangan. Operasi tersebut disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial di wilayah sasaran.

“OMC hari ini terus dilakukan, hari ini dua sortie,” ujar Ferdian, Kamis 27 Agustus 2026 malam.

Penerbangan pertama menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 registrasi PK-SNM. Penyemaian dilakukan mulai pukul 15.20 hingga 17.20 WIB dengan sasaran blocking area di Kabupaten Pelalawan dan Kepulauan Meranti.

Dalam penerbangan tersebut, pesawat beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki dengan membawa satu ton atau 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.

Operasi kemudian dilanjutkan melalui sortie kedua pada pukul 18.30 hingga 20.30 WIB. Penyemaian kali ini diarahkan ke wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, dengan ketinggian penerbangan yang sama, yakni sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki.

Sebanyak 1.000 kilogram NaCl kembali dibawa dalam penerbangan kedua untuk mendukung proses penyemaian awan. Namun, pelaksanaan penyemaian tidak dilakukan secara sembarangan karena tim terlebih dahulu mempertimbangkan perkembangan atmosfer serta potensi pertumbuhan awan di wilayah sasaran.

Penyemaian diarahkan pada awan-awan yang dinilai memiliki potensi untuk tumbuh dan menghasilkan hujan. Tambahan curah hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang kering sekaligus mengurangi risiko api berkembang lebih luas.

Ferdian menjelaskan OMC merupakan salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla Riau. Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi musim kemarau dan masih ditemukannya kebakaran di sejumlah daerah.

Menurutnya, OMC tidak berdiri sendiri dalam penanganan karhutla. Operasi tersebut berjalan beriringan dengan pemadaman di darat, penyekatan area kebakaran, pemantauan titik panas, serta berbagai langkah pengendalian lainnya.

“Dengan pelaksanaan OMC yang terus berlanjut, pemerintah berharap kondisi cuaca dapat membantu memperkuat upaya pengendalian karhutla di sejumlah wilayah Riau,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....