Karhutla Inhu dan Inhil Masih Meluas

  • 07 Sep 2026 08:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tim gabungan masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, Riau. Di sejumlah lokasi, petugas masih menghadapi titik api yang kembali muncul dan berupaya mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

Di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Indragiri Hulu, operasi pemadaman telah memasuki hari ke-10. Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan api kembali aktif di empat sisi kawasan yang terbakar dengan luas mencapai sekitar 20 hektare.

"Api aktif kembali timbul di sejumlah titik yang tersebar berjauhan di sisi utara, timur, barat, dan selatan," kata Muhammad Ilham Sidik, Minggu 6 September 2026 malam.

Dari total luasan tersebut, sekitar 13 hektare telah berhasil dipadamkan. Sebanyak 12 personel Manggala Agni bersama BPBD, TNI dan Polri masih melakukan upaya pelokalan api. Petugas menghadapi kendala berupa vegetasi hutan sekunder yang rapat, pepohonan tinggi serta sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Sementara itu, karhutla di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, berhasil dipadamkan secara keseluruhan. Kebakaran yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan tersebut ditangani selama dua hari oleh 11 personel Manggala Agni bersama TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api atau MPA.

"Operasi pemadaman karhutla di Desa Talang Jerinjing, Rengat Barat, Inhu, berhasil dipadamkan tuntas," ujar Muhammad Ilham Sidik.

Untuk wilayah Indragiri Hilir, karhutla di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, juga mulai terkendali. Kebakaran yang terjadi di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi atau HPK tersebut diperkirakan mencapai 2,8 hektare. Hingga Minggu malam, sekitar 0,7 hektare telah berhasil dipadamkan dan arah perambatan api utama berhasil dikendalikan.

Sebanyak 11 personel Manggala Agni dibantu TNI, Polri, MPA dan Regu Pemadam Kebakaran perusahaan masih melakukan penanganan. Kondisi pasang surut air, angin yang berubah arah serta banyaknya pohon tumbang menjadi tantangan di lapangan. Petugas akan melanjutkan proses mopping up atau pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

"Kepala api sudah dapat dikendalikan, dilanjutkan besok tahapan mopping up," kata Muhammad Ilham Sidik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....