SMPN 1 Kampar Jadi Sasaran Penelitian Gizi Remaja, Upaya Bersama Turunkan Stunting

  • 04 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Upaya mencegah stunting tidak hanya menyasar anak usia dini, tetapi juga perlu diperkuat sejak masa remaja. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam penelitian Poltekkes Kemenkes Riau yang menjadikan UPT SMP Negeri 1 Kampar sebagai salah satu sasaran kegiatan.

Penelitian dengan skema Kajian Kebijakan Strategis (KKS) Tahun 2026 tersebut mengangkat tema “Makanan Melayu Riau dalam Perspektif Gizi Seimbang Anak Remaja untuk Mencegah Stunting” dan diketuai Guru Besar Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penelitian dilaksanakan secara daring pada Jumat 4 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pembahasan mengenai keberlanjutan program di lingkungan sekolah.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Kampar, Muhammad Yasir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan dan gizi remaja, khususnya siswa di sekolah yang dipimpinnya.

Yasir menyebut kegiatan terkait telah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya. Ia mengatakan dirinya melanjutkan kegiatan tersebut sejak mulai bertugas di SMP Negeri 1 Kampar pada April 2020.

“Kegiatan ini memang sudah dilaksanakan. Tadi Ibu Prof. Aslis menyampaikan sejak tahun 2019. Maka saya melanjutkan kegiatan ini sampai hari ini, sampai sekarang,” ujar Yasir.

Menurutnya, rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar yang menjadikan SMP Negeri 1 Kampar sebagai sasaran penelitian menjadi sebuah kesempatan bagi sekolah untuk ikut berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi di kalangan remaja.

Yasir menilai penelitian yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Riau memiliki nilai penting karena menyentuh langsung kelompok remaja di lingkungan pendidikan.

Ia juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian di Kecamatan Kampar. Karena itu, menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat.

“Tadi saya mendengar betapa banyak stunting yang berada khususnya di Kecamatan Kampar. Stunting inilah nanti yang kita usahakan, kalau bisa nol stuntingnya di Kecamatan Kampar atas usaha kita bersama,” tegasnya.

Menurut Yasir, sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat pada siswa. Edukasi mengenai makanan bergizi seimbang diharapkan dapat membentuk pemahaman yang kemudian diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan melalui makanan Melayu Riau juga dinilai dapat membuat edukasi tersebut lebih dekat dengan lingkungan siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai gizi, tetapi juga mengenal makanan lokal yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Riau.

Sementara itu, Prof. Aslis sebelumnya menjelaskan bahwa materi mengenai makanan Melayu Riau dan gizi seimbang telah diberikan kepada siswa kelas VII semester 1 melalui tiga kali pertemuan pada 2026.

Ke depan, program tersebut diharapkan dapat diperluas melalui kerja sama lintas sektor dan pengembangan fasilitas pendukung di sekolah. Salah satu gagasan yang tengah didorong adalah laboratorium pengolahan pangan percontohan yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kampar.

Yasir berharap kolaborasi antara sekolah dan Poltekkes Kemenkes Riau dapat terus berlanjut sehingga manfaat penelitian tidak hanya dirasakan oleh siswa SMP Negeri 1 Kampar, tetapi juga dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi remaja di Kabupaten Kampar.

Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk membangun generasi muda yang memahami pentingnya gizi seimbang, memiliki pola konsumsi yang lebih baik, sekaligus mampu mengenali potensi pangan lokal di daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....