Karhutla Kembali Muncul, Water Bombing Dikerahkan ke Sejumlah Wilayah Riau
- 04 Sep 2026 13:31 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Sejumlah lokasi yang sebelumnya sempat berhasil dipadamkan kini kembali muncul titik api, sehingga penanganan diperkuat dengan mengerahkan helikopter water bombing.
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal, mengatakan operasi pemadaman melalui udara pada Kamis 3 September 2026 diprioritaskan di Kabupaten Indragiri Hulu, khususnya wilayah Rantau Mempesai dan Sungai Guntung Hilir. Kondisi di Sungai Guntung Hilir menjadi perhatian karena api kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam.
“Untuk hari ini helikopter water bombing kita fokuskan melakukan pemadaman di Rantau Mempesai dan Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu. Di Sungai Guntung Hilir sebelumnya sempat padam, tetapi hari ini kembali menyala,” ujar Edy.
Selain Indragiri Hulu, dukungan pemadaman dari udara juga dilakukan di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di kawasan Pinggir dan Pematang Pudu. Di Pematang Pudu, api kembali membesar setelah sebelumnya hanya menyisakan asap tipis di area bekas kebakaran. “Di Pematang Pudu juga sebelumnya sempat padam, tinggal asap tipis di bekas areal terbakar. Tapi hari ini kembali berkobar,” katanya.
Sementara itu, titik kebakaran baru terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti, tepatnya di Desa Gemala Sari. Tim gabungan saat ini masih melakukan penanganan di lokasi untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Edy menjelaskan, operasi water bombing dilakukan sebagai upaya memperkuat pemadaman yang dilakukan personel di darat. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta unsur terkait lainnya. “Pemadaman melalui udara ini untuk mendukung tim darat dari berbagai unsur, baik TNI, Polri, Manggala Agni maupun BPBD,” katanya.
Menurut Edy, keberadaan helikopter water bombing sangat membantu dalam menangani kebakaran yang berada di lokasi sulit dijangkau melalui jalur darat. Terlebih, sejumlah titik api berada cukup jauh dari sumber air sehingga membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.
“Helikopter water bombing kita fokuskan di titik-titik yang aksesnya sulit dijangkau tim darat, termasuk area yang jauh dari sumber air,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....