Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat
- 03 Sep 2026 13:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru — Kabut asap kembali terasa di sejumlah wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru, Kamis 3 September 2026 pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebut kondisi tersebut dipengaruhi asap yang terbawa angin dari wilayah selatan Sumatera.
Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, mengatakan asap yang masuk ke Riau tidak seluruhnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau. Pola angin pada musim kemarau yang bergerak dari arah selatan dan tenggara menuju utara memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa masuk. “Pagi ini memang terasa ada asap masuk. Sebenarnya asap ini bukan dari kita sendiri. Ada beberapa asap yang masuk ke wilayah Riau yang berasal dari selatan,” ujar Warjono.
Menurutnya, asap tersebut berpotensi berasal dari wilayah seperti Sumatera Selatan dan Jambi. Kondisi ini diperkuat dengan tingginya jumlah titik panas di Sumatera Selatan. “Bisa saja dari tetangga sebelah, misalnya Jambi, Sumatera Selatan. Kemudian dari Lampung yang memang menuju ke wilayah ini,” katanya.
| Baca juga: Hujan Bantu Tekan PM2.5 Pekanbaru |
Masuknya asap berdampak terhadap kualitas udara di Riau. Warjono menyebut pemantauan PM2.5 di kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menunjukkan kualitas udara pada pagi hari sempat berada pada kategori sedang.
Namun, konsentrasi polutan kemudian meningkat pada sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB hingga mencapai kategori tidak sehat.
“Pagi ini masih tingkatannya sedang. Kemudian mulai naik di jam 6, jam 7. Itu mulai naik hingga tingkatan sampai tidak sehat, karena memang ada asap yang masuk ke wilayah Riau,” katanya.
| Baca juga: DLHK Pekanbaru Batasi Aktivitas di RTH |
Selain kualitas udara, jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga menurun hingga berada di bawah 5.000 meter.
Warjono mengatakan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan belum banyak membantu membersihkan udara. Potensi hujan di Riau diprakirakan masih rendah hingga sekitar tiga hari ke depan. “Sementara untuk hari ini potensi hujannya kurang. Mungkin tiga hari ke depan juga masih kurang. Setelah itu mungkin akan ada lagi hujannya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kondisi kabut asap sangat bergantung pada pola angin. Jika angin tidak membawa massa udara dan asap dari wilayah selatan menuju Riau, peluang hujan dapat kembali meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....