Karhutla Riau Menurun, Tim Tetap Siaga

  • 02 Sep 2026 11:19 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan perkembangan positif. Jumlah hotspot, firespot, hingga luasan lahan yang masih dalam penanganan tercatat mengalami penurunan setelah berbagai upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan kondisi karhutla saat ini jauh lebih terkendali dibandingkan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, jumlah hotspot turun dari 62 titik menjadi 10 titik, sementara firespot berkurang dari sembilan menjadi enam titik.

“Alhamdulillah, kondisi karhutla Riau hari ini jauh lebih membaik. Hotspot turun dari 62 titik menjadi 10 titik pada hari ini, sedangkan firespot turun dari sembilan titik menjadi enam titik,” kata SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa 1 September 2026.

Meski terjadi penurunan, pemerintah tetap meminta tim gabungan tidak mengendurkan penanganan di lapangan. Indragiri Hulu menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masih terdapat titik kebakaran dan kawasan gambut yang berpotensi menyimpan bara.

“Kita terus tuntaskan pemadaman dan pendinginannya. Terutama di Indragiri Hulu jadi target kita. Bukan hanya hotspot turun, tetapi kita pastikan api dan bara di lahan gambut benar-benar mati dan tidak kembali menyala,” ujarnya.

Dari 10 hotspot yang terpantau, lima titik berada di Indragiri Hulu, dua titik di Pelalawan, dua titik di Bengkalis, dan satu titik di Indragiri Hilir. Namun, dua hotspot di Pelalawan setelah diverifikasi awal diketahui berasal dari cerobong asap pabrik dan bukan kebakaran hutan.

Sementara enam firespot yang masih terpantau terdiri dari empat titik di Indragiri Hulu yang masih dalam proses pemadaman, satu titik di Indragiri Hilir dalam tahap pendinginan, serta satu titik di Bengkalis yang juga masih menjalani proses pendinginan.

“Firespot ini terdapat empat titik di Indragiri Hulu masih dalam kondisi pemadaman. Indragiri Hilir satu titik masih dalam pendinginan dan Bengkalis satu titik dalam kondisi pendinginan,” kata SF Hariyanto.

Selain jumlah titik panas, luasan lahan yang ditangani juga berkurang. Dari sebelumnya sekitar 100 hektare, kini tersisa sekitar 58 hektare. SF Hariyanto menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur penanganan karhutla.

“Kemarin lebih kurang 100 hektare lahan masih ditangani, hari ini Alhamdulillah turun menjadi sekitar 58 hektare. Semua ini bisa teratasi berkat gotong royong kita bersama,” ungkapnya.

Pemerintah tetap mengingatkan masyarakat dan seluruh tim agar tidak lengah meski kondisi mulai membaik. Operasi pemadaman, pendinginan, patroli, serta operasi modifikasi cuaca atau OMC masih terus dilakukan untuk memastikan potensi kebakaran tidak kembali muncul.

“Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga OMC, tetap kami lakukan setiap hari,” ujarya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....