Inflasi Riau Agustus 2026 Capai 0,31 Persen, Pangan Jadi Penyumbang Utama

  • 01 Sep 2026 16:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Provinsi Riau mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,31 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) tercatat sebesar 1,19 persen dan inflasi year-on-year (y-on-y) mencapai 3,27 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Asep Riyadi dalam agenda Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) pada 1 September 2026. Ia menjelaskan bahwa tekanan inflasi bulanan Riau terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen.

“Pada bulan Agustus 2026, Provinsi Riau terjadi inflasi month-to-month sebesar 0,31 persen, year-to-date sebesar 1,19 persen, dan inflasi year-on-year sebesar 3,27 persen,” ujar Asep Riyadi pada Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi Riau pada Agustus 2026. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, pemeliharaan/perawatan atau jasa personal, ayam hidup, telur ayam ras, cabai rawit, serta beberapa komoditas lainnya.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Riau dengan andil sebesar 1,11 persen. Komoditas utama yang mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah daging ayam ras.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi sebesar 0,75 persen, dengan komoditas utama berupa emas perhiasan. Sementara kelompok transportasi memberikan andil sebesar 0,58 persen, yang dipengaruhi oleh komoditas pemeliharaan/perawatan kendaraan.

Asep menyampaikan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas tersebut menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan perlu melakukan langkah antisipasi terhadap komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap perubahan harga.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau Supriyadi menegaskan bahwa data statistik yang dirilis BPS menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan.

“Bagi Pemerintah Provinsi Riau, data yang ada bukan hanya untuk melihat apa yang sudah terjadi, tetapi juga merupakan kompas untuk menentukan apa yang harus dilakukan berikutnya,” kata Supriyadi.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dalam konteks tersebut, pengendalian inflasi menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

“Pengendalian inflasi menjadi hal yang sangat penting. Data yang tersedia akan menjadi dasar dalam mengambil langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dengan inflasi Agustus 2026 yang masih berada dalam rentang terkendali, pemerintah berharap kondisi ekonomi daerah tetap stabil dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....