Hujan Masih Berpeluang, Hotspot Riau Menurun
- 01 Sep 2026 08:56 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Hujan masih berpeluang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Selasa 1 September 2026. Kondisi ini turut ditandai dengan hujan ringan hingga sedang yang terpantau terjadi di beberapa daerah sejak pagi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita D.S, mengatakan berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan pagi terpantau di sebagian wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.
"Pada pagi hari, berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti," ujar Gita dalam informasi prakiraan cuaca Riau, Selasa 1 September 2026.
Memasuki siang, cuaca Riau diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan. Potensi hujan kembali meningkat pada sore sampai malam hari, khususnya di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kota Dumai.
"Pada sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai," katanya.
Sementara pada dini hari, kondisi udara diprakirakan kembali kabur hingga berawan. Meski terdapat potensi hujan, BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau. "Peringatan dini untuk wilayah Riau nihil," ujar Gita.
Dari sisi parameter cuaca, suhu udara diprakirakan berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 97 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam. Untuk perairan Riau, tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Di tengah kondisi cuaca tersebut, jumlah titik panas atau hotspot di Riau juga menunjukkan penurunan drastis. Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi hanya 10 hotspot, dengan rincian lima titik di Indragiri Hulu, dua titik di Bengkalis, dua titik di Pelalawan, dan satu titik di Indragiri Hilir.
Secara regional, Sumatera masih mencatat 1.153 hotspot. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 715 titik, disusul Bangka Belitung 187 titik dan Lampung 133 titik. Riau termasuk provinsi dengan jumlah hotspot paling rendah pada pemantauan tersebut.
Penurunan titik panas ini sejalan dengan kondisi sejumlah wilayah Riau yang mulai mendapatkan hujan dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak lengah dan menjaga kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang masih mengalami udara kabur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....