Pemko Pekanbaru Tertibkan Pedagang Jalan Teratai untuk Kelancaran Relokasi

  • 27 Agt 2026 15:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara tegas menginstruksikan para pedagang yang selama ini menggelar lapak di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, agar segera pindah menempati area Pasar Higienis.

Langkah pemindahan ini diambil beriringan dengan program penataan serta perbaikan infrastruktur jalan dan saluran air (drainase) di kawasan tersebut. Tercatat ada sekitar 450 pedagang yang menjadi sasaran relokasi ke Pasar Higienis.

Pimpinan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru, Desheriyanto, menyatakan bahwa pihaknya intensif mengawasi lapangan guna memastikan sterilnya bahu jalan maupun penutup drainase dari aktivitas berjualan di Jalan Teratai.

Kendati demikian, ia mengakui masih ditemui segelintir pedagang yang membandel dan tetap membuka lapak di atas fasilitas drainase. Padahal, keberadaan mereka jelas-jelas bisa menghambat progres pengerjaan konstruksi saluran air yang sedang dikebut.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun, para pedagang yang masih bertahan berjualan di atas parit itu beralasan sudah menyewa ruang atau tempat kepada pemilik ruko setempat,” ungkap Desheriyanto, Kamis 27 Agustus 2026.

Walau demikian, pihaknya memastikan pengawasan ketat tetap berjalan dan siap melakukan penindakan tegas bagi pedagang yang enggan mematuhi aturan demi kelancaran proyek infrastruktur yang tengah dikerjakan.

Dalam proses penertiban tersebut, Desheriyanto menyebutkan bahwa jajarannya senantiasa mengutamakan pendekatan yang humanis serta persuasif, terlebih mengingat sebelumnya telah digelar forum musyawarah antara pihak Pemko Pekanbaru dan perwakilan pedagang.

“Tetapi kalau seandainya tim di lapangan menuntut langkah penegakan hukum yang lebih keras, tentu kami siap mengeksekusinya. Misalkan instruksi pengosokan area, ya harus dikosongkan. Semuanya menyesuaikan kebutuhan situasi,” tegasnya.

Pihaknya menyatakan kesiapan menyiagakan personel secara tetap di lokasi proyek. Untuk saat ini, fungsi pengawasan dan patroli pengamanan masih dijalankan secara mobile berkala.

“Apabila iktikad baik dan kerja sama dari para pedagang untuk mendukung pembangunan ini tidak diindahkan, lalu tim memutuskan penutupan atau tindakan represif terukur, kami tentu siap melaksanakannya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....