Riau Berpotensi Hujan Malam, 491 Hotspot Terdeteksi
- 24 Agt 2026 11:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Senin 24 Agustus 2026 diprakirakan relatif stabil dengan dominasi cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah pada malam hingga dini hari.
Forecaster On Duty BMKG, Gita Dewi S, mengatakan potensi hujan ringan pada malam hari diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Siak dan Kota Dumai. Sementara memasuki dini hari, potensi hujan bergeser ke wilayah Rokan Hulu dan Kampar.
"Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Siak dan Kota Dumai," kata Gita Dewi S.
Untuk kondisi pagi hari, BMKG memprakirakan udara kabur hingga cerah berawan. Cuaca kemudian berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada siang sampai sore hari. BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau.
"Pagi hari diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan, kemudian siang sampai sore cerah berawan hingga berawan. Untuk peringatan dini hari ini nihil," ujarnya.
Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 95 persen. Angin bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Sementara untuk wilayah perairan Riau, kondisi gelombang masih relatif aman. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan masuk kategori rendah.
"Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah," katanya.
Di tengah kondisi cuaca tersebut, pemantauan titik panas masih menunjukkan angka cukup tinggi di Sumatera. Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 23.00 WIB, sebanyak 2.945 hotspot terdeteksi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak sebanyak 1.429 titik. Jambi mencatat 437 titik, sedangkan Riau sebanyak 491 titik.
Di Riau, hotspot paling banyak ditemukan di Kabupaten Pelalawan dengan 239 titik dan Indragiri Hilir 166 titik. Sementara Bengkalis tercatat 30 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Rokan Hulu 12 titik, Kampar sembilan titik, Rokan Hilir delapan titik, Siak tujuh titik, Kuantan Singingi empat titik dan Dumai tiga titik.
Tingginya jumlah hotspot tersebut membuat pemantauan kondisi cuaca dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....