Laksma Imam Hidayat Jalani Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan LAMR Meranti

  • 21 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID,Meranti – Suasana khidmat menyelimuti Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin, 21 September 2026. Di tempat itu, LAMR Kepulauan Meranti memberikan penghormatan khusus kepada Laksamana Pertama TNI Imam Hidayat, beserta rombongan Tim Mabes TNI melalui prosesi Majelis Tepung Tawar Tamu Kehormatan dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.

Prosesi adat tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi Laksma Imam Hidayat bersama tim selama lebih dari satu bulan menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bukan sekadar seremoni adat, Tepung Tawar yang diberikan LAMR dimaknai sebagai doa, restu dan ungkapan terima kasih masyarakat Melayu kepada para prajurit yang telah menjalankan tugas di tengah beratnya medan karhutla.

Kegiatan berlangsung di Balai Adat LAMR Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, dan dihadiri Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Meranti Atan Ibrahim, Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, Datok Timbalan Adat LAMR Meranti Idham Syuib, Danramil 02 Tebing Tinggi Kapten A. RH Efri Hardin Nasution beserta jajaran, rombongan Mabes TNI, serta para datuk dan puan pengurus LAMR.

Prosesi diawali dengan pemasangan tanjak kepada tamu kehormatan, kemudian dilanjutkan dengan Tepuk Tepung Tawar di pelaminan adat LAMR dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.

Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik menyampaikan penghargaan tinggi kepada Laksma Imam Hidayat dan seluruh Tim Mabes TNI yang telah terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Meranti.

Ia mengatakan, persoalan lingkungan di Kepulauan Meranti bukan perkara sederhana. Selain karhutla, wilayah pesisir tersebut juga menghadapi ancaman abrasi yang berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Laksma TNI Imam Hidayat. Kami memberikan apresiasi karena telah berjibaku memadamkan api, khususnya di Meranti dan umumnya di Riau,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.

Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Karena itu, kehadiran Tim Mabes TNI di Meranti dinilai memberikan arti penting, baik dalam penanganan kebakaran maupun penguatan edukasi kepada masyarakat.

“Kami memang membutuhkan kehadiran Tuan Laksamana di sini. Kami berterima kasih atas jasa dan peran yang telah dilakukan selama menjalankan tugas di daerah ini. Kami juga membutuhkan edukasi-edukasinya,” katanya.

Datuk Seri Afrizal Cik juga mengapresiasi kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Meranti. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya berkaitan dengan tugas kedinasan, tetapi sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap keberadaan adat dan budaya Melayu di Kepulauan Meranti.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini menjadi tanda turut peduli terhadap kelestarian adat dan budaya di daerah kami,” ujarnya.

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan yang diberikan selama kunjungan masih terdapat kekurangan.

“Dalam waktu yang singkat ini kami berupaya memberikan yang terbaik. Ibarat kata pepatah Melayu, tak ada rotan, akar pun jadi,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, yang mewakili Bupati Meranti, menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati yang belum dapat hadir karena sedang menyambut kepulangan peserta MTQ Provinsi Riau.

Atan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Laksma Imam Hidayat beserta Tim Mabes TNI atas perhatian dan dukungan dalam penanganan karhutla.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat kepada daerah kami,” kata Atan.

Menurutnya, penugasan Tim Mabes TNI di Meranti memiliki arti penting dalam memperkuat sinergi penanganan karhutla sekaligus mendukung aspek pertahanan dan keamanan di wilayah terluar Indonesia.

“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani karhutla secara cepat, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Atan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan Kepulauan Meranti.

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Mari kita bersama-sama menjaga bumi Melayu ini agar tetap aman, nyaman dan lestari untuk generasi yang akan datang,” katanya.

Mendapat penghormatan melalui prosesi adat Tepung Tawar, Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan LAMR Meranti.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran LAMR, pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama Tim Mabes TNI menjalankan tugas.

“Terima kasih kepada LAMR Meranti atas sambutannya kepada tim kami di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini sungguh luar biasa. Terutama kepada Datuk Seri Afrizal Cik, ini suatu kehormatan bagi kami,” ujar Imam.

Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama tim menjalankan tugas penanganan karhutla berdasarkan mandat Panglima TNI.

“Atas nama Bapak Panglima TNI, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan layanan selama kami bertugas lebih dari satu bulan,” katanya.

Imam mengakui medan tugas di Kepulauan Meranti memiliki tantangan tersendiri. Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas penanggulangan karhutla.

“Walaupun medan tugas di Meranti ini sangat berat, kami mengambil banyak pengalaman dalam upaya melancarkan tugas mulia dalam tahapan penanggulangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengendalian karhutla di Meranti bukanlah hasil kerja satu institusi.

“Alhamdulillah, Meranti sangat baik. Dan ini bukan hanya kerja kami, tapi kita semua. Penanggulangan dan pemadaman sehingga Meranti tidak ada lagi titik apinya,” ungkap Imam.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Datuk Seri Afrizal Cik beserta jajaran LAMR yang dinilainya turut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan penanganan karhutla di daerah tersebut.

“Kami mengakui ini merupakan dasar kejayaan di daerah ini,” katanya.

Selama lebih dari satu bulan berada di Meranti, Imam mengaku mendapatkan kesan mendalam terhadap masyarakat setempat.

“Saya baru satu bulan lebih di Kabupaten Kepulauan Meranti, luar biasa pelayanan, ramah tamah, sopan santun dan tata kramanya. Saya mengucapkan terima kasih,” tuturnya.

Bagi Imam, prosesi Tepung Tawar yang dilakukan LAMR memiliki makna lebih dari sekadar tradisi adat.

Ia memandang prosesi tersebut sebagai doa dan restu sebelum kembali melanjutkan pengabdian pada penugasan berikutnya.

“Prosesi Tepung Tawar ini bukan sekadar adat, tetapi doa buat kami untuk bertugas ke depannya. Doa dan keberkahan ini akan kami bawa di mana kami bertugas,” kata Imam.

Ia berjanji akan menjaga amanah yang diberikan dan terus mengedepankan sinergi dalam setiap penugasan.

“Insyaallah amanah ini kami jaga di mana kami bertugas, bersinergi, mengayomi dan mengamankan,” ujarnya.

Imam kemudian menyampaikan bahwa dirinya bersama tim akan kembali ke Markas Besar TNI sembari menunggu penugasan selanjutnya.

“Kami mohon doa restunya karena kami mohon pamit kembali ke Markas Besar TNI untuk menunggu penugasan lebih lanjut,” katanya.

Prosesi tersebut pun menjadi simbol perpisahan yang sarat makna penghormatan dari masyarakat Melayu Kepulauan Meranti kepada para prajurit yang telah bertugas, sekaligus doa agar pengabdian mereka di tempat berikutnya senantiasa mendapat keselamatan dan keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....