IdSSG Perkuat Kolaborasi Konservasi Biodiversitas Indonesia

  • 23 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Bogor – Indonesia Species Specialist Group (IdSSG) bersama Universitas Pakuan dan Belantara Foundation menggelar Konferensi dan Pertemuan Anggota IUCN IdSSG 2026 pada 20–22 Agustus 2026 di Universitas Pakuan, Bogor. Kegiatan mengusung tema *“Conservation Connections: Assess, Plan, Act, Network & Communicate”* dan mendapat dukungan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan RI.

Konferensi tersebut diikuti sekitar 80 anggota IdSSG dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah undangan. Kegiatan ini menjadi pertemuan tatap muka pertama anggota IdSSG sejak jaringan tersebut dibentuk pada 2023. Rangkaian agenda meliputi panel diskusi, seminar tematik, presentasi poster, rapat anggota hingga *Conservation Café* untuk membahas berbagai isu terkini terkait konservasi biodiversitas.

Co-Chair IUCN IdSSG, Prof. Dr. Mirza D. Kusrini, mengatakan IdSSG menjadi wadah yang mempertemukan ahli, peneliti, praktisi dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi spesies di Indonesia.

Sementara itu, Co-Chair IUCN IdSSG Sunarto, Ph.D., menilai keberagaman keahlian anggota menjadi kekuatan dalam memperkuat riset, data ilmiah dan kolaborasi konservasi.

“Konservasi spesies membutuhkan lebih dari sekadar data. Kita membutuhkan jejaring, pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas disiplin dan kemampuan menerjemahkan pengetahuan ilmiah menjadi aksi konservasi yang nyata,” ujar Sunarto.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan RI, Dr. Ahmad Munawir, mengatakan upaya konservasi spesies membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, akademisi, peneliti, organisasi konservasi dan masyarakat.

“Kami berharap jejaring lintas taksa melalui forum ini menghasilkan gagasan, inovasi dan kerja sama yang lebih konkret dalam menjawab tantangan konservasi spesies,” katanya.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Inge Retnowati, menambahkan bahwa konservasi biodiversitas harus dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas pihak.

“Forum ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi mendorong kolaborasi nyata, memperkuat kualitas data keanekaragaman hayati serta menghasilkan rekomendasi yang mendukung kebijakan dan aksi konservasi,” ujar Inge.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengatakan perlindungan spesies dan ekosistem membutuhkan perpaduan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, pendanaan, pengelolaan lapangan serta keterlibatan masyarakat.

“Jejaring seperti IdSSG memiliki peran strategis dalam membangun sinergi lintas pihak, mendorong inovasi dan memperkuat kerja bersama agar spesies dan ekosistem Indonesia tetap terlindungi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dolly.

Anggota IUCN IdSSG dari Ecosystem Impact Foundation, Silvi Dwi Anasari, menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan dengan anggota dari berbagai daerah. Ia berharap hasil kegiatan dapat diterapkan melalui aksi nyata, terutama bersama masyarakat lokal.

“Konservasi bukan hanya tentang menjaga apa yang ada hari ini, tetapi memastikan pengetahuan, kepedulian dan aksi terus tumbuh dari satu tempat ke tempat lainnya,” ungkap Silvi.

Hal senada disampaikan anggota IdSSG dari Universitas Papua, Freddy Pattiselanno. Menurutnya, keberagaman anggota dan kelompok takson yang hadir memberikan peluang besar untuk memperkuat pertukaran informasi.

“Kita berharap ada keberlanjutan supaya informasi yang ada dapat menjadi satu kesatuan dan bermanfaat ke depannya,” ujar Freddy.

Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, mengapresiasi keterlibatan Universitas Pakuan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap konferensi dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan gagasan untuk memperkuat perlindungan biodiversitas Indonesia secara adil dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....