GOW Kampar Kunjungi Ponpes Korban Kebakaran

  • 20 Agt 2026 08:01 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar – Usai menggelar Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kampar mengunjungi Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Rabu 19 Agustus 2026, yang terdampak kebakaran pada 10 Agustus lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pesantren pascakebakaran yang menghanguskan sekitar 290 kamar santri hingga menyisakan puing-puing. Ketua GOW Kabupaten Kampar Erni Haerani bersama rombongan diterima Ketua Komite sekaligus pengurus pesantren, Ustaz Sabron Jamil, didampingi Umi Heroyetni dan Umi Nelli.

Erni Haerani atau yang akrab disapa Rani Repol menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa para santri dan tenaga pendidik. Ia berharap proses pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas pesantren dapat segera dilakukan.

> “Kami dari GOW Kabupaten Kampar turut prihatin atas musibah ini. Mari kita sama-sama berdoa agar proses pembangunan dan pemulihan pesantren dapat segera dilaksanakan,” ujar Rani.

Menurut keterangan pengurus pesantren, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp3 miliar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bantuan yang terkumpul hingga kini baru sekitar Rp600 juta sehingga masih dibutuhkan dukungan untuk membangun kembali fasilitas yang rusak.

Rani mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk turut memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar para santri dapat kembali mendapatkan fasilitas pendidikan dan tempat tinggal yang layak.

“Kami mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut membantu. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan mempercepat pembangunan kembali pesantren,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, GOW Kabupaten Kampar juga menyerahkan bantuan berupa uang kepada pihak pesantren. Rombongan kemudian berinteraksi dan berbincang bersama para santri dan santriwati sebagai bentuk dukungan moral setelah musibah kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....