Bupati Kampar Tinjau Ponpes Korban Kebakaran
- 12 Agt 2026 00:53 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Bupati Kampar, Ahmad Yuzar bergerak cepat meninjau Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanuddin Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Selasa 11 Agustus 2026, setelah mengalami kebakaran pada Senin 10 Agustus 2026 malam.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 290 unit asrama santri berukuran 2 x 2 meter. Dalam kunjungannya, Ahmad Yuzar melihat langsung kondisi bangunan yang terbakar sekaligus memastikan kebutuhan para santri pascakejadian terpenuhi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, kami menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin. Setiap musibah tentu ada hikmahnya, namun yang paling penting sekarang adalah memastikan kebutuhan para santri terpenuhi,” ujar Ahmad Yuzar.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Kampar menyalurkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan para santri terdampak. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, kasur, lauk-pauk, tenda gulung, selimut, beras, pakaian layak pakai, serta 100 kotak hygiene kit.
Selain bantuan logistik, BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Kampar juga mendirikan tenda darurat di lingkungan pondok pesantren. Tenda tersebut digunakan sebagai tempat sementara bagi para santri yang terdampak kebakaran.
Ahmad Yuzar berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para santri dan pengelola pondok pesantren. Pemerintah Kabupaten Kampar juga memastikan dukungan akan terus diberikan selama proses penanganan pascabencana berlangsung.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban para santri serta keluarga besar Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin. Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus memberikan dukungan dalam penanganan pascabencana ini,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu, Abuya Ahmad Junaidi bersyukur karena kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian, para santri diketahui sedang mengikuti kegiatan di masjid.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Ketika kebakaran terjadi, para santri sedang melaksanakan kegiatan di masjid,” ungkap Ahmad Junaidi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kampar yang langsung turun memberikan bantuan serta mendirikan tenda darurat untuk mendukung kebutuhan para santri setelah kebakaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....