Ratusan Personel Polri Disiagakan Amankan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026
- 19 Agt 2026 09:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menyiapkan 178 personel untuk mengamankan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 yang berlangsung 19–23 Agustus 2026.
Kesiapan pengamanan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 di Lapangan Astaka, Kabupaten Kuansing, Selasa sore. Apel dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi.
Dalam amanatnya, Wakapolda Riau menegaskan Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, melainkan warisan budaya sekaligus pesta rakyat yang telah menjadi identitas masyarakat Kuansing.
Tradisi yang berkembang sejak berabad-abad lalu tersebut mengandung nilai sejarah, gotong royong, solidaritas dan kehidupan sosial masyarakat yang memiliki keterikatan erat dengan Sungai Kuantan.
“Pacu Jalur pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan masyarakat yang sejak dahulu memiliki keterikatan erat dengan sungai sebagai ruang kehidupan, mobilitas, interaksi sosial, sekaligus pusat perkembangan kebudayaan,” ujar Wakapolda dalam amanatnya.
Festival Pacu Jalur 2026 telah dimulai sejak 1 Agustus, sedangkan rangkaian kegiatan inti berlangsung selama lima hari, 19 hingga 23 Agustus 2026. Tahun ini, festival mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri.”
Tema tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Festival diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Kuansing.
Untuk menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polri menyiapkan pengamanan terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah.
“Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan festival dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati perhelatan budaya tersebut dengan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain pengamanan festival, Polda Riau juga menyoroti penanganan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kuansing.
Melalui Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Polda Riau bersama Polres Kuansing telah mengungkap delapan kasus dengan 17 tersangka yang beroperasi di 55 lokasi.
Penindakan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan sekaligus melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis serta dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
“Pengamanan kegiatan masyarakat harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih komprehensif, yaitu tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga melindungi sumber daya alam dan lingkungan dari aktivitas ilegal,” ujarnya.
Usai apel, Wakapolda Riau menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berperan aktif dalam penertiban PETI di wilayah hukum Polres Kuansing. Penghargaan diberikan kepada Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Afri Fajar Hermanto, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Kapolsek Cerenti AKP Peri Padli, Camat Cerenti Erialis, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur Dubalang Batang Kuantan.
Apel gelar pasukan berakhir sekitar pukul 17.05 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Dengan kesiapan 178 personel Polri serta dukungan lintas instansi, Polda Riau memastikan Festival Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 dapat berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Pengamanan tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga kelestarian tradisi budaya Kuansing dan mendorong dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....