Srikandi Basarnas Pekanbaru Turun Padamkan Karhutla di Dumai

  • 08 Sep 2026 19:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Dumai — Peran perempuan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah gambut, memiliki arti penting. Keterlibatan perempuan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi bencana dan kondisi darurat yang mengancam keselamatan masyarakat serta lingkungan.

Salah satunya ditunjukkan oleh Sari Rahayu, rescuer yang bertugas di Unit Siaga SAR Dumai. Ia turut terlibat langsung dalam upaya pemadaman karhutla bersama personel Unit Siaga SAR Dumai dan Tim SAR Gabungan di Kota Dumai.

Pemadaman dilakukan di Jalan Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Sari bersama personel Unit Siaga SAR Dumai bersinergi dengan unsur TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, dan Manggala Agni untuk menangani titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan dan pakaian pelindung, personel gabungan bergerak di area yang terdampak karhutla. Kondisi medan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering, ditambah kepulan asap, menjadi tantangan tersendiri bagi tim saat melakukan pemadaman.

Meski menghadapi kondisi medan yang cukup sulit, seluruh personel tetap bekerja sama dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.

Bagi Sari Rahayu, keterlibatannya dalam operasi pemadaman karhutla merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang rescuer. Menurutnya, tugas kemanusiaan yang dijalankan tidak dibatasi oleh gender.

“Walaupun saya perempuan, saya seorang rescuer. Karena tugas bagi saya adalah suatu kehormatan,” terang Sari, Selasa 8 September 2026.

Semangat tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan, termasuk ketika harus turun langsung menghadapi kondisi lapangan yang penuh tantangan.

Dengan profesionalisme dan semangat pengabdian, Sari bersama personel lainnya terus menjalankan tugas untuk mendukung keselamatan masyarakat dan menjaga lingkungan dari dampak karhutla.

Keterlibatan Srikandi Basarnas dalam operasi tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dalam mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah kerjanya.

“Tidak hanya dalam operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas juga terus membangun sinergi dengan berbagai unsur dalam menghadapi bencana maupun situasi yang berpotensi membahayakan masyarakat,” kata Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi.

Koordinasi dan kolaborasi antarinstansi menjadi salah satu kunci dalam penanganan karhutla. Sinergi antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman dan mencegah api kembali meluas.

Basarnas Kelas A Pekanbaru akan terus mendukung berbagai upaya penanganan kedaruratan bersama seluruh unsur terkait sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....