Pemprov Riau Dorong Kemitraan Usaha Besar dengan Koperasi Disabilitas
- 15 Agt 2026 12:12 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong pelaku usaha besar, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), membangun kemitraan dengan pelaku usaha kecil dan mikro, termasuk penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika mengatakan kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat koperasi disabilitas sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Menurut Vera, penyandang disabilitas telah mengembangkan berbagai potensi usaha. Salah satunya produksi batik yang dilakukan kelompok tunanetra.
Ia menjelaskan, melalui pola kemitraan, pelaku usaha besar diharapkan dapat ikut mendukung pembiayaan dan pengembangan usaha kecil dan mikro di lingkungan sekitarnya.
“Tidak hanya pelaku usaha yang sifatnya menengah saja, tapi lebih kepada yang kecil dan mikro. Juga kepada pelaku usaha kecil yang disabilitas,” ujar Vera, Sabtu 15 Agustus 2026.
Vera menambahkan, DPMPTSP Riau mendorong adanya keterlibatan pelaku usaha besar untuk menggandeng pelaku usaha kecil dan mikro melalui program kemitraan.
Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih inklusif, sekaligus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua Koperasi Insan Berguna Nusantara, Fenty, mengatakan koperasi yang baru dibentuk tersebut diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi anggota.
| Baca juga: Jalan Sontang-Duri Kembali Fungsional |
Koperasi tersebut saat ini memiliki sekitar 200 anggota. Berbagai kegiatan usaha dikembangkan, mulai dari usaha bengkel, menjahit hingga pembuatan kerajinan tangan.

Fenty mengatakan koperasi terbuka bagi masyarakat umum, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas. Namun, penyandang disabilitas menjadi kelompok yang mendapatkan prioritas.
“Semua masyarakat disabilitas maupun non-disabilitas. Prioritasnya memang penyandang disabilitas, dengan semua jenis disabilitas,” kata Fenty.
Fenty berharap koperasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi anggota, tetapi mampu memberikan manfaat nyata melalui pengembangan usaha.
Untuk itu, ia mendorong adanya pelatihan peningkatan kapasitas serta fasilitasi akses permodalan bagi anggota koperasi.
Menurut Fenty, dukungan tersebut penting agar anggota memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan koperasi dapat menjadi pusat ekonomi yang memberikan dampak terhadap kesejahteraan anggotanya.
“Koperasi ini tidak hanya sekadar nama, tapi betul-betul meningkatkan keberadaan anggotanya, yang utama UMKM,” ujarnya.
Penguatan kemitraan antara pelaku usaha besar dengan koperasi dan UMKM disabilitas diharapkan dapat membuka akses pasar, permodalan, serta peningkatan kapasitas usaha bagi penyandang disabilitas di Riau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....