Karhutla Meluas di Kualu Nenas, Kapolres Kampar Turun Lakukan Pemadaman

  • 14 Agt 2026 14:47 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kampar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Uka, RT/RW 001/002, Dusun III, Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat 14 Agustus 2026. Kebakaran yang terjadi di lahan gambut tersebut diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB untuk memimpin upaya pemadaman dan pendinginan. Hingga Jumat siang, proses penanganan masih berlangsung.

Kebakaran terjadi pada lahan yang ditumbuhi semak belukar dengan struktur tanah gambut yang cukup tebal. Kondisi tersebut membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh dan berpotensi kembali muncul meski permukaan api telah berhasil dikendalikan.

Sekitar 55 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD Kabupaten Kampar, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan aparatur desa setempat.

Sejumlah peralatan juga digunakan untuk mempercepat proses pemadaman, di antaranya satu unit helikopter untuk melakukan pengeboman air, dua unit mesin ministrek, selang dan perlengkapan pendukung lainnya. Kendaraan roda dua dan roda empat turut dikerahkan untuk mendukung mobilisasi personel dan distribusi logistik.

Kapolres Kampar mengatakan, kondisi lahan gambut yang tebal serta angin kencang menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. “Kondisi lahan gambut tebal dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Namun, seluruh personel tetap bekerja keras dan bersinergi dengan TNI, BPBD serta warga untuk menekan luas kebakaran,” ujar Kapolres di lokasi.

Selain kondisi gambut dan angin, petugas juga menghadapi kendala sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran. Hembusan angin yang kencang menyebabkan arah pergerakan api cepat berubah sehingga menyulitkan proses pengendalian.

Boby mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. “Kami mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan secara sembarangan, karena dampaknya sangat merugikan kita semua,” katanya.

Untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi, polisi juga telah memasang garis polisi. Sementara itu, penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan.

“Kami juga memastikan keamanan di sekitar lokasi tetap terjaga dengan pemasangan garis polisi. Penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan saat ini sedang dalam penyelidikan mendalam,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....