21 Puskesmas Pekanbaru Layani Tes dan Pengobatan HIV/AIDS Gratis
- 14 Agt 2026 10:32 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan HIV/AIDS melalui program Voluntary Counseling and Testing (VCT). Saat ini, layanan pemeriksaan hingga pengobatan secara gratis telah tersedia di 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru.
Program tersebut dijalankan melalui Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sebagai bagian dari upaya mendeteksi kasus HIV sejak dini, mencegah penularan lebih luas, serta memastikan masyarakat yang terdiagnosis memperoleh penanganan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan terkait HIV/AIDS kini dapat mengakses fasilitas kesehatan tingkat pertama tanpa harus bergantung pada rumah sakit. “Jadi mereka, pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas,” ujar Dedy, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan layanan tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat yang merasa pernah memiliki faktor risiko untuk secara sukarela melakukan pemeriksaan. Deteksi lebih awal penting agar penanganan dapat segera diberikan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi HIV.
Selain 21 puskesmas, pelayanan pemeriksaan HIV turut didukung oleh sejumlah fasilitas lainnya. Dinas Kesehatan mencatat layanan tes tersedia di 29 rumah sakit, empat lembaga pemasyarakatan, satu rumah tahanan, klinik serta fasilitas terkait lainnya.
Jaringan pelayanan juga diperkuat dengan keberadaan 31 layanan PDP, 31 rujukan VL, serta 10 layanan PeRP. Sementara untuk pengobatan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan baik melalui puskesmas maupun rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai fasilitas penanganan.
Setiap kasus yang terkonfirmasi positif selanjutnya diarahkan menjalani pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru juga terus memperkuat penyampaian informasi mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS melalui kegiatan langsung maupun berbagai saluran media.
Dedy mengingatkan masyarakat, terutama mereka yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko, agar tidak ragu memanfaatkan pelayanan tes sukarela. Pemeriksaan sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam memutus mata rantai penularan sekaligus menjaga kondisi kesehatan pengidap. “Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan,” imbuhnya.
Selain pelayanan medis, pendampingan terhadap masyarakat yang terdiagnosis positif juga terus dikembangkan. Salah satunya melalui dukungan kelompok pendamping dan LSM yang bergerak dalam isu penanggulangan AIDS serta bekerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pendampingan tersebut antara lain diarahkan agar pengidap tetap menjalani pengobatan secara teratur serta mendorong pasangan mereka untuk mengikuti pemeriksaan secara sukarela. “Ada juga pendampingan agar bisa melakukan pemeriksaan tes sukarela terhadap pasangannya,” ucap Dedy.
Dinas Kesehatan dan KPA Pekanbaru juga melibatkan unsur tokoh agama dalam kegiatan edukasi kepada masyarakat. Pendekatan tersebut ditujukan untuk memperluas penyampaian informasi mengenai pencegahan HIV/AIDS kepada berbagai kelompok masyarakat.
Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Pekanbaru, lanjut Dedy, membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Dukungan tidak hanya diharapkan dari pemerintah dan fasilitas kesehatan, tetapi juga tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, pemuda, tokoh perempuan hingga kader posyandu di lingkungan masing-masing.
Melalui keterlibatan berbagai elemen tersebut, edukasi mengenai pencegahan, pemeriksaan secara sukarela, pengobatan, serta pendampingan terhadap pengidap diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....