Densus 88 AT Polri Satgaswil Riau dan Kemenag Pekanbaru Kolaborasi Cegah IRET-NVE

  • 05 Agt 2026 15:20 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Densus 88 Antiteror (AT) Polri Satgaswil Riau menjalin koordinasi dengan Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi untuk memperkuat kolaborasi pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Nihilistic Violent Extremism (NVE), Rabu 5 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam membangun sinergi antarinstansi guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan kehidupan bermasyarakat.

Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyambut baik inisiatif yang dilakukan Densus 88 AT Polri Satgaswil Riau dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam berbagai program pencegahan IRET dan NVE di tengah masyarakat.

“Kementerian Agama Kota Pekanbaru siap berkolaborasi dalam berbagai program pencegahan IRET dan NVE melalui penguatan moderasi beragama, toleransi, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan,” ujar Syahrul Mauludi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Kementerian Agama Kota Pekanbaru memiliki sejumlah program yang dapat disinergikan dengan Densus 88 AT Polri Satgaswil Riau, di antaranya BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), BRUM (Bimbingan Remaja Usia Menikah), dan KUA Go to School.

Program-program tersebut dinilai efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Syahrul Mauludi juga menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis antara negara dan agama dalam menjaga keamanan dan kedamaian bangsa.

“Negara dan agama merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Negara dapat berjalan dengan aman apabila nilai-nilai agama dijunjung tinggi, sementara agama akan sulit berkembang secara optimal tanpa adanya negara yang aman, damai, dan stabil,” katanya.

Sementara Densus 88 AT Polri Satgaswil Riau memperkenalkan program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan) sebagai salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kebangsaan dan peningkatan literasi masyarakat terhadap bahaya paham IRET dan NVE.

Program tersebut juga bertujuan membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi kekerasan.

“Program RATAKAN hadir untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan literasi masyarakat terhadap bahaya IRET dan NVE, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berdaya tangkal terhadap ideologi kekerasan,” ujar perwakilan Densus 88 AT Polri Satgaswil Riau.

Melalui koordinasi ini, kedua pihak berharap dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam pelaksanaan kegiatan edukasi, pembinaan, dan sosialisasi kepada masyarakat guna menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Provinsi Riau yang aman, damai, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....