Hotspot di Sumatra Tembus 426 Titik, 44 Terdeteksi di Riau

  • 05 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatra mencapai 426 titik, Rabu 5 Agustus 2026. Angka ini menandakan masih tingginya potensi karhutla di lintas provinsi pada musim kemarau tahun ini.

Dari total tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 169 titik panas. Posisi kedua ditempati Bangka Belitung dengan 94 titik, disusul Lampung sebanyak 46 titik. Sementara itu, Provinsi Riau tercatat memiliki 44 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, merinci sebaran titik panas di Riau terkonsentrasi di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 11 titik dan Kota Dumai sebanyak 8 titik. Wilayah lain yang terpantau meliputi Pelalawan 7 titik, Indragiri Hulu 9 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Siak 2 titik, Rokan Hilir 2 titik, dan Kampar 1 titik.

Meski terpantau puluhan titik panas, kondisi cuaca di Riau hari ini masih berpeluang menurunkan hujan ringan. Pada pagi hari, udara dilaporkan kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan.

"Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, dan Indragiri Hilir pada siang dan sore hari. Guyuran hujan berpotensi meluas pada malam hingga dini hari ke wilayah Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, serta Kota Pekanbaru," ujar Elisa.

Elisa menambahkan, suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55–98 persen. Angin bertiup dari arah Tenggara hingga Utara dengan kecepatan 10–30 km/jam. Tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah daratan Riau hari ini.

Sementara itu, kondisi perairan relatif aman bagi aktivitas transportasi laut. Tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diperkirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau dalam kategori rendah. Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan potensi asap akibat sebaran titik panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....