Kunjungan Wisatawan Asing ke Riau Meningkat

  • 04 Agt 2026 11:48 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat sebanyak 24.585 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Riau sepanjang Juni 2026. Angka tersebut meningkat 22,56 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 0,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut disampaikan dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Riau di Pekanbaru. Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan peningkatan jumlah kunjungan menunjukkan aktivitas pariwisata di Riau masih terus bergerak positif.

"Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Riau mencapai 24.585 kunjungan. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya dan juga lebih tinggi dibandingkan Juni tahun lalu," ujar Fitri Hariyanti pada Senin 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dari total kunjungan tersebut, sebanyak 6.081 wisatawan masuk melalui empat pintu imigrasi utama. Sementara 18.504 kunjungan lainnya diperoleh melalui pencatatan Mobile Positioning Data (MPD).

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu masuk dengan jumlah wisatawan terbanyak, yakni 2.803 kunjungan. Selanjutnya Pelabuhan Dumai mencatat 1.289 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 1.092 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 897 kunjungan.

Berdasarkan asal negara, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan 13.557 kunjungan atau sekitar 55,14 persen dari total wisman yang datang ke Riau. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Tiongkok sebanyak 2.080 kunjungan, disusul Filipina sebanyak 1.343 kunjungan, Singapura sebanyak 687 kunjungan, dan India sebanyak 509 kunjungan.

"Malaysia masih menjadi negara asal wisatawan terbanyak yang berkunjung ke Riau selama Juni 2026. Hal ini menunjukkan hubungan mobilitas masyarakat kedua wilayah masih cukup tinggi," kata Fitri.

Dari sisi moda transportasi, jalur laut masih menjadi pilihan utama wisatawan dengan kontribusi 53,91 persen, sedangkan 46,09 persen lainnya menggunakan jalur udara.

Selain meningkatnya jumlah wisatawan, sektor perhotelan di Riau juga menunjukkan tren yang positif. Hotel berbintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi, yaitu 62,42 persen.

"Hotel berbintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi mencapai 62,42 persen. Ini menunjukkan segmen tersebut masih menjadi pilihan utama wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis," ungkap Fitri.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang juga mengalami kenaikan, dari 1,29 malam pada Mei menjadi 1,33 malam pada Juni 2026. Wisatawan asing rata-rata menginap selama 2,30 malam, sedangkan tamu domestik menginap 1,31 malam.

Menurut Fitri, peningkatan okupansi hotel dan lama menginap menjadi indikator bahwa sektor pariwisata dan jasa akomodasi di Riau masih berkembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Supriyadi, menegaskan data statistik yang dirilis BPS menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

"Data yang akurat menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi sekaligus menyusun program pengembangan pariwisata yang lebih tepat sasaran. Harapannya, sektor ini dapat terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau," ujar Supriyadi.

Pemerintah Provinsi Riau berharap tren peningkatan kunjungan wisatawan dan membaiknya kinerja sektor perhotelan dapat terus berlanjut sehingga mampu memperkuat daya saing pariwisata daerah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....