Mangrove Rusak, Polda Riau Bergerak Selamatkan Pesisir Sinaboi

  • 03 Agt 2026 20:03 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Rokan Hilir — Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove di Kecamatan Sinaboi, sebagai rangkaian dari program Ekspedisi Merah Putih Presisi yang mengusung tema "Merajut Kebersamaan". Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Rokan Hilir, Kapolres Rokan Hilir, serta Kapolda Riau yang diwakili Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Riau, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Akmadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suwandi.

Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Riau mengungkapkan dirinya baru genap dua pekan bertugas di wilayah Riau, namun telah memperoleh kesempatan untuk turut serta dalam kegiatan yang sarat makna kebangsaan tersebut. Ia juga menyampaikan dalam waktu dekat bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, dirinya dijadwalkan akan hadir kembali di Sinaboi untuk bertindak selaku Inspektur Upacara.

"Ekspedisi Merah Putih ini menjadi simbol kehadiran negara di wilayah pesisir perbatasan sekaligus wilayah terdepan," ujarnya menegaskan makna strategis kegiatan tersebut sebagai representasi negara di kawasan-kawasan yang selama ini kerap luput dari perhatian pembangunan, Senin 3 Agustus 2026.

Kabid Humas Polda Riau memaparkan bahwa pelaksanaan ekspedisi kali ini melibatkan cakupan wilayah dan sumber daya yang cukup signifikan. Sesuai dengan semangat kemerdekaan yang diusung, Polda Riau menetapkan 17 titik lokasi ekspedisi yang tersebar di berbagai wilayah, didukung oleh delapan tim, 45 unit kendaraan operasional, serta 81 relawan yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Ia menjelaskan kunjungan ke Sinaboi merupakan kelanjutan dari rangkaian ekspedisi yang sebelumnya telah menjangkau wilayah Indragiri Hilir. Kepada masyarakat Sinaboi, ia menyampaikan imbauan agar semangat kemerdekaan senantiasa dijaga dan tidak dipandang sebagai milik eksklusif masyarakat perkotaan semata, melainkan menjadi semangat kolektif seluruh anak bangsa tanpa memandang wilayah tempat tinggal.

Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan turut mencakup pembagian paket sembako yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, serta sesi dialog terbuka untuk menyerap aspirasi warga. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak segan menyampaikan pandangan maupun kritik secara bebas dan konstruktif.

Salah satu agenda utama dalam ekspedisi ini adalah penyelenggaraan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat. Kabid Humas Polda Riau mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima, wilayah Sinaboi sebelumnya masih mencatatkan kasus wabah malaria. Menyikapi hal tersebut, pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kesehatan setempat beserta seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja tanpa lelah dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

"Mari kita jaga lingkungan dan memeriksakan diri sejak dini apabila terdapat gejala," imbaunya, seraya menyatakan harapan agar masyarakat dapat lebih responsif dalam mendeteksi potensi penyakit sedini mungkin.

Isu lingkungan menjadi sorotan penting dalam kegiatan ini. Kabid Humas Polda Riau memaparkan hampir 80 persen kawasan mangrove di sepanjang wilayah selat telah mengalami kerusakan dan kehilangan fungsi ekologisnya. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mata pencaharian nelayan setempat yang kian tergerus, selain memicu abrasi pantai yang meluas. Ia menambahkan fenomena tersebut turut menyebabkan matinya ratusan hektare pohon kelapa di kawasan pesisir akibat intrusi air laut.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Polda Riau bersama unsur terkait melaksanakan penanaman mangrove secara terfokus di wilayah-wilayah yang terdampak kerusakan ekosistem. Selain itu, bantuan berupa mesin ketinting turut diserahkan kepada para nelayan, dengan harapan dapat memperluas jangkauan operasional mereka guna menjangkau area tangkapan ikan yang lebih jauh dari garis pantai.

Menutup sambutannya, Kabid Humas Polda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat Sinaboi untuk mengibarkan bendera Merah Putih di setiap penjuru wilayah, sekaligus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.

Dalam sambutan ditempat yang sama, Bupati Rokan Hilir Bistamam menyampaikan apresiasi atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Kepolisian Resor Rokan Hilir kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan pelestarian lingkungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman bibit mangrove ini merupakan wujud nyata dari kecintaan terhadap bangsa dan negara dalam konteks kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi sarana penguatan jiwa gotong royong dalam menjaga kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis besar.

"Mangrove menjaga biota laut dan menopang kehidupan masyarakat pesisir," tuturnya.

Ia mengajak masyarakat agar tidak berhenti pada aktivitas penanaman semata, melainkan turut merawat dan menjaga kelestarian mangrove secara berkelanjutan, baik untuk kepentingan generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Bupati juga menyinggung agenda bantuan sosial berupa paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk senantiasa menjaga hubungan harmonis dengan aparat keamanan maupun masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara TNI, Polri, komunitas, dan elemen masyarakat secara luas.

"Dengan persatuan, kerja sama, dan kepedulian bersama, saya yakin kita mampu menjaga lingkungan dengan lebih baik. Melalui penanaman pohon mangrove ini, manfaatnya akan dirasakan oleh kita semua," pungkasnya.

Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif seputar penanganan malaria yang dipandu langsung oleh dr. Rio. Rangkaian acara turut diisi dengan penyerahan bantuan kelambu dan bendera Merah Putih kepada masyarakat, penyaluran bantuan sosial, serta pembagian mesin ketinting bagi nelayan setempat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pemasangan bendera Merah Putih secara simbolis, pembagian bubuk larvasida guna mendukung upaya pencegahan penyebaran malaria, serta penyerahan total 810 lembar bendera Merah Putih kepada masyarakat Sinaboi sebagai bagian dari semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....