Belantara Dorong Perlindungan Mangrove demi Ketahanan Iklim Nasional

  • 31 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Indonesia resmi menetapkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional 2026–2055 sebagai arah kebijakan jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan hutan mangrove. Dokumen yang disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2412 Tahun 2026 itu diharapkan menjadi landasan pengelolaan mangrove selama tiga dekade ke depan.

Kebijakan tersebut hadir di tengah posisi Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas tutupan mangrove Indonesia mencapai 3,45 juta hektare atau sekitar 20 persen dari total luas mangrove dunia. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menyerap karbon, melindungi wilayah pesisir dari abrasi, serta menopang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menyambut baik pengesahan RPPEM Nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga salah satu aset lingkungan paling strategis sekaligus memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

"Belantara Foundation memandang RPPEM Nasional sebagai peluang untuk memperkuat pendekatan kolaboratif yang selama ini kami dorong, yaitu menghubungkan kepentingan konservasi biodiversitas dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami percaya bahwa mangrove yang sehat bukan hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, dan memperkuat pencapaian target pembangunan berkelanjutan Indonesia," ujar Dolly.

Ia menjelaskan, Belantara Foundation sejak 2023 telah mendampingi masyarakat pesisir di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, melalui skema Hutan Desa. Program tersebut difokuskan pada pengembangan potensi ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan mangrove sekaligus menjaga kelestarian ekosistemnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik, Belantara Foundation bersama Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi Filantropi Indonesia juga menggelar rangkaian kegiatan memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema "Jaga Mangrove, Kehidupan Lestari" melalui edukasi di sekolah, kampanye digital, seminar nasional, hingga aksi penanaman mangrove.

"Kami menginisiasi rangkaian kegiatan kampanye dan edukasi memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 dengan tema 'Jaga Mangrove, Kehidupan Lestari' untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan mengelola ekosistem mangrove secara berkelanjutan," kata Dolly.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Rully Amrullah, menilai RPPEM Nasional membuka peluang lebih besar bagi lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam perlindungan ekosistem mangrove melalui kolaborasi multipihak.

"RPPEM Nasional 2026–2055 membuka ruang yang lebih luas bagi lembaga filantropi untuk berkontribusi secara terarah dalam mendukung konservasi mangrove. Kami berharap semakin banyak organisasi filantropi, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat yang berinvestasi dalam perlindungan ekosistem mangrove sebagai investasi bagi ketahanan iklim, kesejahteraan masyarakat, dan masa depan Indonesia," ujar Rully.

Senada dengan itu, Chief Executive Officer Rumah Zakat sekaligus Koordinator Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi Filantropi Indonesia, Irvan Nugraha, menegaskan bahwa perlindungan mangrove harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....