Poltekkes Riau Teliti Pencegahan Stunting di Air Terbit Kabupaten Kampar
- 20 Jul 2026 21:15 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Kampar - Poltekkes Kemenkes Riau melaksanakan sosialisasi kepada orang tua calon responden dalam rangka penelitian deteksi dini dan pencegahan stunting di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Senin, 20 Juli 2026.
Penelitian tersebut merupakan hasil kerja sama Poltekkes Kemenkes Riau dengan SKK Migas, Texcal Energy Mahato Inc. dan Pemerintah Kabupaten Kampar. Kegiatan penelitian dijadwalkan berlangsung pada periode Mei hingga Juli 2026 dengan melibatkan anak balita di RA Lilmuttaqin Desa Air Terbit sebagai responden.
Penelitian bertajuk “Efektivitas Rapid Test Pyridinium untuk Monitoring dan Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Linier Anak Balita dalam Upaya Mencegah Stunting” ini bertujuan memantau pertumbuhan tinggi badan anak sekaligus mendukung upaya deteksi dini risiko stunting.
Guru Besar Bidang Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati, menjelaskan bahwa penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendataan, pelaksanaan intervensi selama satu bulan, hingga evaluasi pada bulan berikutnya.
“Pemberian makanannya, insyaallah, berlangsung selama satu bulan. Sebelumnya dilakukan pendataan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian intervensi dan evaluasi. Tujuan utama kegiatan penelitian ini adalah mengukur pertumbuhan tinggi badan agar tinggi badan anak-anak sesuai dengan standar,” kata Prof. Aslis.
Ia berharap seluruh tahapan penelitian dapat dilaksanakan secara terukur dan memperoleh dukungan dari para orang tua. Keterlibatan orang tua dinilai penting karena pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak hanya dilakukan selama kegiatan penelitian, tetapi juga harus diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.
Kepala Desa Air Terbit, Basuki, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan penting untuk membantu mewujudkan generasi anak yang sehat dan memiliki tumbuh kembang optimal.
“Harapan kita tetap satu, yaitu mendapatkan anak-anak yang sehat. Kegiatan dan edukasi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat kepada ibu-ibu dan anak-anak lainnya,” ujar Basuki.
Basuki menambahkan bahwa edukasi kepada orang tua mengenai pemberian makanan sehat dan tinggi kalsium menjadi salah satu manfaat penting dari kegiatan tersebut. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam penyediaan makanan anak sehari-hari.
“Orang tua diberikan edukasi mengenai cara memberikan makanan sehat dengan kandungan gizi dan kalsium yang baik. Dengan begitu, tumbuh kembang anak diharapkan semakin bagus, terutama dari sisi kesehatan dan pertumbuhan fisiknya,” jelasnya.
Melalui penelitian ini, Rapid Test Pyridinium digunakan sebagai instrumen untuk membantu monitoring dan evaluasi pertumbuhan linier anak. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan data ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan program deteksi dini dan pencegahan stunting, khususnya di Desa Air Terbit dan wilayah Kabupaten Kampar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....