Hujan Turun, Penanganan Karhutla Riau Tetap Berlanjut
- 02 Sep 2026 11:22 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Turunnya hujan di sejumlah wilayah Provinsi Riau menjadi angin segar dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski membantu membasahi area terdampak, pemerintah memastikan langkah pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan hujan ringan hingga sedang mulai terjadi di beberapa daerah. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu proses pemadaman, terutama pada kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
“Cuaca mulai membantu kita, hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah, tetapi kita tidak hanya mengandalkan hujan,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Selasa 1 September 2026.
Menurutnya, sejumlah wilayah yang telah menerima hujan di antaranya Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. Namun, tim penanganan karhutla tetap diminta bekerja di lapangan karena hujan belum merata di seluruh wilayah Riau.
“Tim darat, operasi udara, operasi modifikasi cuaca, patroli, dan pendinginan tetap berjalan sampai kita yakini benar-benar lokasi aman,” katanya.
SF Hariyanto menegaskan, pengendalian karhutla membutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur. Pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dunia usaha, organisasi hingga masyarakat terus dilibatkan dalam upaya pemadaman sekaligus pencegahan meluasnya kebakaran.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terima kasih. Dalam kondisi karhutla ini, kami bersama tim Forkopimda, Manggala Agni, organisasi, dunia usaha, hingga masyarakat bekerja bergotong royong,” ungkapnya.
Ia menilai semangat gotong royong menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi karhutla di Riau. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup patroli, pemantauan, pendinginan, dan langkah pencegahan.
“Kami tanamkan kebersamaan dan gotong royong ini. Alhamdulillah, inilah salah satu solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan,” SF Hariyanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....