Misi Dagang Jatim-Riau Catat Transaksi Rp725 Miliar

  • 08 Jul 2026 16:34 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi 2026 di Provinsi Riau. Hingga hari pertama pelaksanaan, nilai transaksi yang berhasil dibukukan telah mencapai Rp725 miliar dan masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses transaksi antarpelaku usaha.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan misi dagang tahun ini merupakan pelaksanaan yang kelima sebagai upaya memperkuat kemitraan ekonomi antardaerah. Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, organisasi pengusaha, hingga pelaku UMKM.

"Kita tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, sejahtera bersama. Misi dagang ini diikuti kerja sama antarprovinsi, dinas-dinas, institusi dagang, KADIN, HIPMI, IWAPI, yang selalu mengiringi misi dagang dan investasi yang kami lakukan," kata Khofifah, Rabu 8 Juli 2026 di Pekanbaru.

Khofifah menjelaskan, komoditas yang dipasarkan Jawa Timur antara lain bawang merah, beras, pupuk, filet dori, olahan daging, susu, sarden kaleng, rokok, teh, bibit sapi, hingga kopi green bean. Sementara dari Riau, Jawa Timur membeli udang vaname, arang, kelapa, dan minyak sawit.

Khofifah mengungkapkan, kebutuhan minyak sawit di Jawa Timur sangat besar sehingga hampir 99 persen pasokannya berasal dari Riau. Bahkan, hubungan dagang kedua provinsi pada 2025 telah mencapai lebih dari Rp9 triliun.

"Sesungguhnya kebutuhan palm di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan palm Jawa Timur disuplai oleh Riau. Karena itu kami ingin membangun hubungan dagang, hubungan ekonomi, sekaligus hubungan budaya antardaerah," ujarnya.

Selain mendorong transaksi perdagangan, Khofifah menilai misi dagang menjadi sarana memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, peternakan hingga pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyambut baik pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia menilai kerja sama antardaerah menjadi momentum bagi pelaku usaha dan UMKM Riau untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

"Kita belajar bahwa tidak hanya membeli, tetapi juga menjual. Produk-produk daerah kita sebenarnya bisa dikemas dengan lebih baik sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi," ujar Syahrial.

Menurutnya, pelaksanaan misi dagang juga memberikan inspirasi bagi pengembangan ekosistem UMKM di Riau melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga jejaring pemasaran.

Syahrial Abdi berharap kerja sama perdagangan dan investasi dengan Jawa Timur terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua Provinsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....