LAMR Perkuat Kompetensi Guru BMR
- 06 Jul 2026 15:38 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau terus memperkuat upaya pelestarian budaya melalui dunia pendidikan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Budaya Melayu Riau (BMR) bagi guru dan kepala sekolah se-Provinsi Riau di Gedung Balai Adat Kabupaten Pelalawan, 6–8 Juli 2026.
Pelatihan yang diikuti 40 peserta tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kompetensi tenaga pendidik agar pembelajaran Budaya Melayu Riau di sekolah berlangsung lebih berkualitas, kreatif, dan mampu menanamkan nilai-nilai kemelayuan kepada peserta didik.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan guru memegang peranan penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Melayu melalui proses pendidikan di sekolah.
"Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita mewariskan kebudayaan Melayu kepada generasi mendatang. Apalagi saat ini, mata pelajaran Budaya Melayu Riau sudah resmi terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang artinya memiliki posisi kuat dan legal dalam kurikulum nasional," ujar Datuk Seri Taufik Senin 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pengakuan mata pelajaran Budaya Melayu Riau dalam sistem Dapodik menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat implementasi pembelajaran budaya di seluruh jenjang pendidikan. Karena itu, guru perlu dibekali kemampuan menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.
Selama tiga hari pelatihan, peserta yang terdiri atas 15 guru SD/MI, 10 guru SMP/MTs, 10 guru SMA/SMK, serta lima kepala sekolah mendapatkan delapan materi utama. Materi tersebut meliputi konsep Melayu dan kemelayuan, kurikulum BMR, penjaminan mutu pembelajaran, media pembelajaran, penyusunan modul ajar, hingga praktik mengajar.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari dunia usaha. Perwakilan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), H. Mabrur AR, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan pendidikan berbasis budaya di Provinsi Riau.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter serta memahami akar budayanya.
Melalui pelatihan ini, LAMR berharap para guru mampu mengembangkan metode pembelajaran Budaya Melayu Riau yang lebih inovatif dan menarik, sehingga nilai-nilai budaya Melayu dapat terus diwariskan kepada generasi muda sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....