BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu dari Permukiman Warga di Kerumutan

  • 23 Jun 2026 08:42 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pelalawan – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah kembali menindaklanjuti kemunculan seekor Beruang Madu Helarctos malayanus di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Sebelumnya, BBKSDA Riau menerima laporan dari Lurah Kerumutan terkait keberadaan satwa dilindungi tersebut yang beberapa kali terlihat berada di sekitar kawasan permukiman masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Sebagai bagian dari upaya penanganan, pada 30 Mei 2026 BBKSDA Riau memasang kandang jebak boks trap di lokasi yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan beruang. Hasil pemantauan tim di lapangan pada 19 Juni 2026 menunjukkan bahwa beruang madu tersebut berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang telah dipasang.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan terhadap satwa menunjukkan kondisi yang baik sehingga tim memutuskan untuk melepasliarkannya kembali ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman warga.

“Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, beruang madu yang masuk ke dalam kandang jebak tidak ditemukan mengalami luka maupun cacat pada bagian tubuhnya. Satwa juga terlihat aktif, agresif, dan masih menunjukkan sifat liarnya yang kuat. Oleh karena itu, tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan permukiman masyarakat,” ujar Supartono.

Proses evakuasi dan pelepasliaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, pihak kelurahan, serta Bhabinkamtibmas setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa apabila kembali menemukan keberadaan beruang madu di sekitar permukiman. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu, BBKSDA Riau berharap potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalkan, sekaligus menjaga kelestarian Beruang Madu Helarctos malayanus sebagai salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia.

BBKSDA Riau juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi sekaligus menciptakan ruang hidup yang aman dan harmonis bagi masyarakat maupun satwa di habitatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....