Pemko Pekanbaru Resmikan Waste Station Kedua
- 21 Jun 2026 19:59 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan meresmikan waste station di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang, Minggu 21 Juni 2026. Fasilitas ini menjadi waste station kedua yang dioperasikan pemerintah setelah sebelumnya hadir di RTH Tunjuk Ajar Integritas.
Waste station merupakan tempat penukaran sampah anorganik yang memungkinkan masyarakat menukarkan sampah yang telah dipilah menjadi uang. Program ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pembangunan waste station tersebut mendapat dukungan dari pihak swasta, salah satunya Toyota Agung Automall. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan persoalan perkotaan.
“Hari ini kita meresmikan satu lagi waste station atau tempat penukaran sampah yang didukung oleh Toyota Agung Automall. Alhamdulillah, mereka turut membantu pengembangannya dan ke depan program ini akan terus kita percepat. Bahkan, Toyota juga akan membantu pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan gerbang Selamat Datang Kota Pekanbaru,” ujar Agung.
Ia berharap keberadaan waste station dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di Kota Pekanbaru. Selain menjaga kebersihan lingkungan, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru. Menurutnya, program tersebut merupakan terobosan cerdas karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah.
“Terobosan waste station ini merupakan langkah yang sangat baik. Ini cara cerdas pemerintah kota dalam menyelesaikan persoalan sampah dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Kami sangat mengapresiasi kerja keras luar biasa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru,” kata Andre.
Ia menilai, apabila program tersebut berjalan sukses, bukan tidak mungkin akan menjadi percontohan bagi pemerintah daerah lainnya, baik di Provinsi Riau maupun di berbagai wilayah Indonesia.
“Kalau program ini berhasil, saya rasa bisa dicontoh oleh kabupaten dan kota lain di Riau bahkan di Indonesia. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pihak swasta dalam menyelesaikan persoalan sampah di daerah masing-masing,” ujarnya.
Andre juga menyinggung tiga persoalan utama yang selama ini menjadi perhatian di Pekanbaru, yakni kondisi jalan berlubang, banjir, dan pengelolaan sampah. Menurutnya, sejak dilantik, Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar telah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.
Ke depan, keberadaan waste station diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, memperkuat budaya hidup bersih, serta menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam mewujudkan Pekanbaru yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....