Sekolah Rakyat Kuansing Siap Beroperasi Juli 2026

  • 18 Jun 2026 10:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan perkembangan positif. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026, progres pembangunan gedung sekolah tersebut telah mencapai 85 persen dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, mengatakan sebanyak 420 siswa akan menjadi angkatan pertama yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Kuansing. Para siswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi.

"Ada 420 orang anak atau murid yang akan diterima di tahun ajaran baru Juli mendatang," kata Zulfadli, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, peserta didik yang akan belajar di Sekolah Rakyat Kuansing tidak hanya berasal dari Kabupaten Kuansing. Sejumlah siswa juga berasal dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Pemerintah Provinsi Riau, serta Sentra Abiseka yang turut menjadi bagian dari program tersebut.

Untuk Kuansing sendiri, jumlah siswa yang diterima mencapai 270 orang. Mereka akan dibagi pada jenjang SD, SMP, dan SMA dengan masing-masing sebanyak 90 siswa atau tiga rombongan belajar untuk setiap jenjang pendidikan.

"Saat ini masih dalam tahap penjangkauan atau verifikasi lapangan calon murid. Dalam pekan ini akan dilakukan pleno penetapan murid dan diterbitkan surat keputusan oleh Bupati Kuansing," ujarnya.

Menurut Zulfadli, mayoritas calon siswa berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya kategori Desil 1 dan Desil 2 yang menjadi prioritas penerima manfaat program. Namun demikian, terdapat pula calon siswa di luar kategori tersebut yang tetap dapat diterima apabila memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Kabupaten Rohil akan mengirimkan 60 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Selain itu, Pemprov Riau menyiapkan 30 siswa tingkat SMA dan Sentra Abiseka sebanyak 60 siswa untuk jenjang SMP. Mereka akan mengikuti proses pembelajaran di Kuansing sembari menunggu pembangunan Sekolah Rakyat di daerah masing-masing selesai.

"Rohil dan Pemprov ini sekolah rintisan. Artinya mereka mengikuti proses belajar mengajar sementara menunggu gedung Sekolah Rakyat mereka rampung," jelasnya.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Riau melalui pendidikan yang lebih merata dan inklusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....