Wali Kota Pekanbaru Dorong Budaya Baca dan Masyarakat Cerdas Pekanbaru

  • 17 Jun 2026 17:06 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi membuka Festival Literasi Kota Pekanbaru Tahun 2026 yang mengusung tema “Pekanbaru Bestari (Berbudaya, Sejahtera, Aman, Ramah, dan Inovatif)”, pada Rabu 17 Juni 2026.

Kegiatan yang digelar di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru di Jalan Dr. Sutomo ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Acara tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kota Pekanbaru Sulastri Agung, Plh Sekdako Pekanbaru Syamsuwir, Asisten II Ingot Ahmad Hutasuhut, serta sejumlah kepala OPD dan camat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Wali Kota Agung Nugroho menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dispusip Kota Pekanbaru yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan kegiatan luar biasa ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pekanbaru.

“Biasakan membaca setiap hari, minimal satu halaman. Kita ingin Pekanbaru tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga maju dalam budaya literasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa penguatan literasi merupakan bagian dari strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan. Literasi saat ini, menurutnya, tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi secara kritis dan adaptif di era digital.

Ia menegaskan bahwa Festival Literasi 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pegiat literasi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif. Program ini juga didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional RI Tahun 2026.

“Literasi kini bukan sekadar aktivitas pasif, tetapi gerakan aktif yang menggabungkan nilai budaya Melayu Riau dengan inovasi modern untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan berkarakter,” jelasnya.

Amin menambahkan bahwa rangkaian kegiatan festival mencakup kompetisi, bimbingan teknis, serta pemberdayaan berbasis inklusi sosial yang bertujuan meningkatkan indeks literasi masyarakat secara berkelanjutan. Perpustakaan Tenas Effendy juga terus diperkuat sebagai pusat pengetahuan dan agen perubahan di Kota Pekanbaru.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....