Kenaikan Partamax 92 Picu Kekhawatiran DPRD Pekanbaru
- 11 Jun 2026 09:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kenaikan harga BBM jenis Partamax 92, dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.000 per liter, mengejutkan masyarakat Pekanbaru. Kenaikan mendadak ini terjadi tanpa pemberitahuan maupun sosialisasi sebelumnya, sehingga memunculkan kekhawatiran luas terhadap dampak ekonomi.
Kenaikan harga ini diprediksi memicu peralihan pengguna Partamax ke BBM subsidi, Pertalite. Kondisi tersebut diperkirakan akan membuat stok Pertalite di SPBU tidak mencukupi, serta berpotensi menimbulkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Menanggapi hal ini, Fraksi Nasdem DPRD Pekanbaru meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi.
“Sedikit banyak akan memberi dampak atas kenaikan Partamax ini. Maka sebelum berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap ekonomi, perlu pemerintah menyejukkan situasi.” ujar Ketua Fraksi Nasdem, Aidhil Nur Putra pada Rabu 10 Juni 2026.
Aidhil menjelaskan, masyarakat pengguna Pertamax kemungkinan akan beralih ke Pertalite karena selisih harga yang signifikan. Oleh karena itu, pemerintah dan Pertamina diminta memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman di seluruh SPBU.
Selain itu, perlu dipersiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan permintaan yang dapat muncul dalam waktu dekat. Distribusi yang tidak terkontrol bisa memperburuk situasi dan memicu antrian panjang di SPBU.
Politisi yang juga duduk di Komisi I DPRD ini menekankan adanya risiko dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk meningkatnya biaya distribusi barang dan kenaikan harga sembako.
“Ini lah yang sangat dikhawatirkan, karena dampaknya bisa memengaruhi harga sembako serta daya beli masyarakat,” ujarnya.
Aidhil menegaskan, pengawasan ketat terhadap distribusi BBM, terutama Pertalite, menjadi krusial. “Tujuannya semata-mata, agar masyarakat kita tidak semakin terbebani akibat dampak kenaikan Partamax 92 ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....