DPRD Riau Dorong BUMD Dipimpin Sosok Pebisnis, Kinerja Direksi Akan Dievaluasi
- 10 Jun 2026 12:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Komisi III DPRD Provinsi Riau menyoroti pentingnya penempatan sosok yang memiliki naluri bisnis kuat dalam jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD. Dorongan ini muncul karena BUMD dinilai harus mampu bergerak lebih profesional, produktif, dan tidak hanya bergantung pada pola kerja administratif.
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menilai pimpinan BUMD idealnya berasal dari figur yang memahami dunia usaha secara nyata. Menurutnya, direksi BUMD harus memiliki kemampuan membaca peluang, menyusun strategi bisnis, serta membawa perusahaan daerah menuju kinerja yang lebih sehat dan menguntungkan.
Edi mengatakan, sejak proses seleksi direksi berlangsung, DPRD telah memberi masukan agar posisi strategis tersebut diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki pengalaman usaha. Figur yang dipilih, kata dia, tidak cukup hanya memahami tata kelola organisasi, tetapi juga harus mampu menciptakan pertumbuhan bisnis.
“Makanya kita menyarankan kemarin agar yang dipilih itu adalah orang yang entrepreneurship murni, murni pengusaha, murni memiliki prestasi dalam bidang usaha, supaya BUMD kita ini bisa lebih baik,” ujar Edi Basri, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Edi, keberadaan BUMD memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD Riau. Jika perusahaan daerah dikelola dengan baik, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam bentuk pendapatan daerah, tetapi juga dapat berdampak pada pembangunan dan pelayanan publik.
Meski begitu, Komisi III DPRD Riau masih akan menelusuri lebih jauh latar belakang para direksi BUMD yang telah terpilih. DPRD berencana mempelajari biodata, hasil asesmen, serta kesesuaian kapasitas para direksi dengan kebutuhan bisnis masing-masing perusahaan daerah.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPRD Riau juga akan memanggil direksi BUMD dalam rapat dengar pendapat. Beberapa BUMD seperti PT Sarana Pembangunan Riau atau SPR dan PT Pengembangan Investasi Riau atau PER akan diminta memaparkan kembali visi, misi, serta target kerja satu tahun pertama.
Edi menegaskan, visi dan misi yang pernah disampaikan saat seleksi tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal. Direksi BUMD harus membuktikannya melalui langkah nyata, baik dalam menyelesaikan persoalan internal, memperbaiki tata kelola, meningkatkan pendapatan perusahaan, maupun memberi kontribusi langsung bagi daerah.
“Kita akan lihat targetnya, satu tahun pertama ini kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh mereka. Apakah menyelesaikan persoalan internal atau sudah ada kinerja yang menghasilkan,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....