Calon Fasilitator dan Pengelola Sekolah Lansia Jalani Pelatihan

  • 07 Jun 2026 22:11 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau terus mempersiapkan peluncuran Sekolah Lansia Amal Ikhlas yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026 mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Training of Trainer (ToT) bagi calon fasilitator dan pengelola sekolah lansia di Aula Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, Sabtu 6 Juni 2026.

Pelatihan tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari pengurus BKMT kabupaten/kota se-Riau, akademisi dari Universitas Riau dan UIN Suska Riau, organisasi Indonesia Ramah Lansia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga, kader Bina Keluarga Lansia, BKKBN, hingga pengurus Yayasan Amal Bakti Majelis Taklim.

Ketua PW BKMT Riau, Septina Primawati Rusli, mengatakan pelatihan ini menjadi fondasi penting sebelum sekolah lansia resmi dibuka. Menurutnya, seluruh fasilitator dan pengelola harus memiliki pemahaman yang sama terkait tujuan, metode pembelajaran, serta pola pendampingan terhadap para peserta lansia.

“Tujuan pelatihan ini untuk menyamakan persepsi kita, bagaimana menjadi fasilitator dan pengelola yang mampu mendampingi para lansia dengan baik. Keberhasilan sekolah ini sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” ujar Septina.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi mulai dari teknik komunikasi efektif dengan lansia, metode pembelajaran yang sesuai, hingga strategi membangun interaksi sosial yang positif. Fasilitator juga didorong untuk mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sehingga para lansia tetap aktif, produktif, dan memiliki semangat berkarya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Sejak pendaftaran dibuka pada 8 hingga 31 Mei 2026, sebanyak 172 lansia telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Bahkan saat sosialisasi berlangsung, jumlah peminat tercatat mencapai sekitar 200 orang.

“Alhamdulillah respons masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan bahwa para lansia membutuhkan wadah untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan diri. Karena itu kami juga mempersiapkan sarana pembelajaran yang memadai,” kata mantan Ketua DPRD Riau tersebut.

Untuk mendukung penyelenggaraan program, BKMT Riau telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, di antaranya Universitas Riau, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, dan RSUD Arifin Achmad. Dukungan tersebut mencakup penyediaan ruang belajar hingga kontribusi tenaga ahli yang akan mendampingi kegiatan sekolah lansia.

Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia Amal Ikhlas, Elda Nazriati, menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan sinergi banyak pihak. Menurutnya, sekolah lansia tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pemberdayaan bagi warga lanjut usia agar tetap mandiri dan berdaya guna.

“Sekolah lansia ini milik bersama. Kuncinya ada pada kolaborasi, kesamaan persepsi, dan evaluasi berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis program ini dapat berkembang dan memberikan manfaat besar bagi para lansia,” ungkap Elda.

Melalui Sekolah Lansia Amal Ikhlas, BKMT Riau berharap dapat melahirkan generasi lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan sejahtera. Selain menjadi sarana peningkatan pengetahuan, sekolah ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial antar lansia sehingga mereka tetap memiliki peran dan kontribusi di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....