Proyek Simpang Sebidang Sudirman-Arifin Achmad Kembali Dilanjutkan

  • 04 Jun 2026 09:29 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan kelanjutan proyek infrastruktur simpang sebidang yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Arifin Achmad. Pembangunan yang sebelumnya sempat tertahan ini akhirnya bisa kembali berjalan setelah dokumen perizinan resmi diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Tahap awal pengerjaan pada pekan ini akan difokuskan pada proses pengaspalan jalan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menegaskan bahwa seluruh hambatan administratif telah tuntas sehingga alat berat bisa segera diturunkan ke lokasi.

"Insyaallah minggu ini pekerjaan mulai dilaksanakan. Izin dari pemerintah provinsi sudah keluar dan telah ditandatangani," ungkap pejabat yang akrab disapa Edu tersebut saat memberikan keterangan pada Rabu 3 Juni 2026.

Pelaksanaan proyek pemecah kemacetan ini mengusung skema kolaborasi pendanaan. Pemko Pekanbaru bertanggung jawab penuh atas pembiayaan konstruksi fisik badan jalan. Sementara itu, untuk elemen estetika berupa penataan taman di sekitar persimpangan, pemerintah menggandeng pihak swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Rumah Sakit Awal Bros.

Dari segi spesifikasi teknis, Dinas PUPR menargetkan infrastruktur ini rampung dalam kurun waktu lima bulan. Jalan penghubung tersebut akan dibangun dengan lebar 13 meter yang memuat dua lajur kendaraan, serta dilengkapi dengan median jalan sebagai pemisah arus lalu lintas.

Rekayasa jalur ini didesain untuk memfasilitasi dua pergerakan utama. Lajur pertama disiapkan khusus bagi kendaraan dari arah Jalan Arifin Achmad yang hendak menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II tanpa harus memutar jauh. Sedangkan lajur kedua ditujukan bagi arus lalu lintas dari pusat kota di Jalan Sudirman yang ingin berbelok masuk ke Jalan Arifin Achmad secara lebih efisien.

Selain berfungsi vital untuk mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Purna MTQ pada jam-jam sibuk, simpang sebidang ini juga diproyeksikan menjadi tengara (landmark) baru tata kota. Dengan hadirnya ruang terbuka hijau bergaya modern, fasilitas publik ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah secara jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....