Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan Universitas Riau Dorong Konservasi Mangrove

  • 29 Mei 2026 15:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Bintan - Program Studi Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Universitas Riau terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis lapangan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan praktikum lapangan dan pelatihan lingkungan yang dilaksanakan di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Biodiversitas dan Ekosistem Berkelanjutan serta Ekologi Lahan Basah yang dipadukan dengan rangkaian Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Praktikum lapangan dan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan dosen serta mahasiswa Program Studi S3 Ilmu Lingkungan Universitas Riau.

Tim dosen terdiri atas Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, DEA; Prof. Dr. Ir. Yusni Ikhwan Siregar, M.Sc; dan Prof. Dr. Ir. Efriyeldi, M.Si. Sementara tim mahasiswa meliputi Henky Irawan, Marhadi Sastra, Winny Retna Melani, Arif Rahman Hakim, Bherly Andia, dan Novia.

Dalam kegiatan praktikum lapangan, peserta melakukan pembelajaran langsung terkait biodiversitas, karakteristik ekosistem pesisir, fungsi ekologis lahan basah, serta dinamika lingkungan di kawasan Kabupaten Bintan. Praktikum ini menjadi media pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa menghubungkan konsep teoritis dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya terkait ekosistem mangrove, wilayah pesisir, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Selain kegiatan akademik, tim juga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Identifikasi Mangrove Secara Digital kepada Kelompok Dompak Mangrove Lestari dan Kelompok Rimba Bakau Abadi di Kota Tanjungpinang. Pelatihan ini memperkenalkan penggunaan teknologi digital berbasis telepon genggam untuk membantu masyarakat mengenali spesies mangrove secara cepat dan praktis melalui aplikasi identifikasi tumbuhan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Peserta pelatihan diberikan pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar, identifikasi morfologi tumbuhan, hingga interpretasi hasil identifikasi digital guna mendukung kegiatan konservasi dan monitoring mangrove berbasis masyarakat. Rangkaian pengabdian masyarakat juga diperkuat melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Melalui Bank Sampah yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dan ekonomi sirkular.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar pengelolaan sampah, pemilahan sampah dari sumber, tata kelola bank sampah, sistem administrasi penimbangan dan tabungan sampah, hingga pemanfaatan teknologi sederhana untuk identifikasi jenis plastik dalam mendukung kegiatan daur ulang. Tim pelaksana menyampaikan bahwa integrasi antara praktikum akademik dan pengabdian masyarakat menjadi pendekatan strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan secara nyata.

“Melalui kegiatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau lokasi praktikum, tetapi juga langsung memberikan manfaat kepada masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik pengelolaan lingkungan yang aplikatif,” ujar tim pelaksana, Jumat 29 Mei 2026.

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat mampu membangun sinergi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia, konservasi lingkungan, serta pengelolaan ekosistem berkelanjutan di wilayah pesisir Kepulauan Riau.

Kelompok Dompak Mangrove Lestari dan Kelompok Rimba Bakau Abadi menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam konservasi mangrove dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....