Densus 88 AT Polri-Sentra Abiseka dan DP3AP2KB Mitigasi Anak Terpapar Radikalisme

  • 26 Mei 2026 21:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri berkolaborasi dengan Sentra Abiseka Provinsi Riau dan DP3AP2KB Provinsi Riau melaksanakan pembinaan terhadap Anak Memerlukan Perhatian Khusus (AMPK) sebagai langkah mitigasi terhadap anak yang terpapar paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan di Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif dan humanis dalam memperkuat ketahanan generasi muda dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), terutama di tengah masifnya perkembangan media digital yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda radikal kepada anak dan remaja.

Dalam kegiatan pembinaan itu, para AMPK diberikan edukasi terkait bahaya paham radikal, pentingnya literasi digital, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Katim Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Iptu Umar Dhani, mengatakan penanganan terhadap anak yang terpapar paham radikal tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Kolaborasi, integrasi dan sinkronisasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam melakukan pencegahan dini terhadap penyebaran paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan, khususnya kepada generasi muda sebagai kelompok yang rentan menjadi sasaran propaganda di ruang digital,” ujar Umar Dhani, Selasa 26 Mei 2026.

Melalui sinergi tersebut, Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri bersama Sentra Abiseka dan DP3AP2KB Provinsi Riau berhasil melakukan mitigasi terhadap sembilan anak di bawah umur yang terpapar paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan di wilayah Riau.

Upaya mitigasi dilakukan melalui pendekatan pembinaan, pendampingan sosial, edukasi, serta penguatan lingkungan keluarga dan sosial guna mencegah keterlibatan lebih lanjut terhadap pengaruh paham radikal dan ekstremisme kekerasan.

Sementara itu, Sentra Abiseka Provinsi Riau bersama DP3AP2KB Provinsi Riau turut memperkuat proses pembinaan melalui pendekatan perlindungan anak dan pemulihan sosial terhadap anak-anak yang rentan terpapar radikalisme.

Pihak penyelenggara menegaskan, kolaborasi antara Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Sentra Abiseka Provinsi Riau, dan DP3AP2KB Provinsi Riau akan terus dilakukan secara berkelanjutan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

“Sinergi tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak maupun kelompok rentan yang telah terpapar, namun juga diperkuat melalui langkah-langkah preventif dan edukatif yang secara langsung menyasar generasi muda sebagai upaya mitigasi dini terhadap penyebaran paham radikal di tengah masyarakat,” demikian pernyataan dalam kegiatan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....