Warga Sail Minta Sumardany Perjuangkan Bansos dan Penanganan Banjir
- 11 Mei 2026 08:08 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, menyampaikan sejumlah keluhan kepada Anggota DPRD Riau, M Sumardany Zirnata, dalam kegiatan sosialisasi peraturan daerah di RT 04/RW 01, Minggu 10 Mei 2026.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang masih dirasakan di lingkungan mereka. Beberapa masalah yang mencuat antara lain kemiskinan, bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran, banjir di kawasan Hangjebat, keterbatasan fasilitas Posyandu, serta honor kader Posyandu yang belum mengalami kenaikan.
Salah seorang warga Sukamaju, Riswan Suhairi Siregar, meminta Sumardany menunjukkan komitmen nyata terhadap persoalan masyarakat Sail. Menurutnya, Sumardany memiliki kedekatan khusus dengan wilayah tersebut karena selain menjadi wakil rakyat, ia juga merupakan warga yang tinggal di Kecamatan Sail.
“Kami berharap Bapak benar-benar berkomitmen membantu masyarakat Sail. Di sini masih banyak persoalan yang perlu diperhatikan, salah satunya kemiskinan,” ujar Suhairi.
Ia menilai Sumardany termasuk anggota DPRD Riau yang cukup aktif turun ke masyarakat. Karena itu, warga berharap kehadiran Sumardany tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut pada langkah konkret.
“Pak Sumardany ini sering turun ke masyarakat dan sering juga jadi pembicaraan warga. Karena itu kami berharap beliau bisa membantu menyelesaikan persoalan di kampungnya sendiri,” kata Suhairi.
Aspirasi lain disampaikan Plt Lurah Sukamaju, Nur Saleh. Ia mengungkapkan bahwa pembaruan data penerima bantuan sosial masih menjadi kendala di tingkat kelurahan.
Menurut Nur Saleh, sebagian data penerima bantuan masih menggunakan data lama. Akibatnya, ada warga yang kondisi ekonominya sudah membaik tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, warga yang lebih membutuhkan justru belum masuk dalam daftar penerima.
“Masalah data bansos ini cukup sering dikeluhkan warga. Ada yang seharusnya menerima bantuan, tetapi tidak masuk data. Sementara ada juga yang kondisinya sudah mampu, tetapi masih tercatat,” ungkap Nur Saleh.
Ia mengatakan pihak kelurahan perlu melakukan pembaruan data agar bantuan sosial lebih tepat sasaran. Namun, perubahan data tersebut tidak sepenuhnya berada di kewenangan kelurahan karena berkaitan dengan sistem pemerintah pusat.
“Kami berharap Pak Sumardany bisa membantu menyampaikan persoalan ini ke pemerintah pusat. Sebab, pembaruan data ini sangat penting agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan,” tambahnya.
Selain persoalan bansos, warga juga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi di kawasan Hangjebat. Saat hujan turun, wilayah tersebut sering tergenang dan dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak.
Keluhan berikutnya disampaikan Tiwi, Ketua Posyandu RT 01. Ia mengatakan Posyandu di wilayahnya masih membutuhkan peralatan pendukung, terutama timbangan bayi yang kondisinya sudah tidak akurat.
“Timbangan bayi yang kami gunakan sudah mulai error. Padahal alat itu sangat penting untuk pelayanan Posyandu, terutama untuk memantau pertumbuhan balita,” ujar Tiwi.
Tiwi bersama kader Posyandu lainnya juga mempertanyakan realisasi kenaikan honor kader Posyandu. Menurutnya, sebelumnya sudah ada janji kenaikan honor pada tahun 2026, tetapi hingga beberapa bulan berjalan honor yang diterima masih belum berubah.
“Kami berharap honor kader Posyandu juga diperhatikan. Katanya tahun ini akan naik, tetapi sampai sekarang masih sama seperti sebelumnya,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sumardany menyampaikan bahwa ia akan menindaklanjuti keluhan warga sesuai kewenangan yang dimiliki. Untuk persoalan bantuan sosial, ia menjelaskan bahwa pembaruan data penerima bantuan sudah mulai berjalan sejak tahun lalu dan akan dilanjutkan tahun ini.
“Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Pembaruan data bantuan sosial sudah mulai dilakukan dan akan terus berlanjut. Tentu kita ingin bantuan ini tepat sasaran,” ujar Sumardany.
Terkait banjir di kawasan Hangjebat, Sumardany menegaskan tidak akan mengabaikan keluhan warga. Ia mengatakan persoalan tersebut akan disampaikan dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Masalah banjir ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan koordinasikan dengan Pemko Pekanbaru, karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga,” ucapnya.
Untuk kebutuhan Posyandu, Sumardany menyatakan akan membantu secara langsung peralatan yang dibutuhkan, seperti timbangan bayi dan alat ukur tinggi badan balita.
“Untuk peralatan Posyandu, insyaallah akan saya bantu. Alat seperti timbangan bayi dan pengukur tinggi badan balita memang dibutuhkan untuk pelayanan dasar masyarakat,” jelasnya.
Sementara mengenai honor kader Posyandu yang belum mengalami kenaikan, Sumardany berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya kepada Wali Kota Pekanbaru.
“Keluhan kader Posyandu soal honor ini juga akan saya sampaikan kepada Pemko Pekanbaru. Mereka punya peran penting di masyarakat, jadi aspirasi ini perlu diperhatikan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....