Pertemuan Ilmiah Respirasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Riau 2026

  • 10 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Riau menggelar Pertemuan Ilmiah Respirasi PDPI Cabang Riau 2026 pada Minggu 10 Mei 2026 sebagai ajang peningkatan wawasan dan kolaborasi para tenaga medis di bidang respirasi.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Riau, dr. Adrianison dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ilmiah tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan menjadi sarana pengembangan ilmu kedokteran paru di Riau.

“Saya mengucapkan selamat, semoga acara ini bermanfaat untuk kita semua,” ujar Adrianison.

Sementara itu, dr. Ade Fajri Kurnia selaku perwakilan Ikatan Dokter Indonesia menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kesejawatan di antara para dokter. Menurutnya, hubungan yang harmonis antar sejawat menjadi salah satu kunci dalam menjaga profesionalisme dan kualitas pelayanan kesehatan.

Ia mengimbau seluruh dokter, baik guru besar, senior, maupun sejawat lainnya, untuk terus menjaga komunikasi yang baik dan memperkuat persatuan dalam organisasi profesi.

“Bagaimana soliditas dan kesejawatan di antara kita. Untuk itu kami mengimbau kepada para guru besar, senior sejawat, dan kita semua agar menjaga kesoliditasan dan kesejawatan di antara kita,” kata Ade Fajri.

Lebih lanjut, Ade Fajri juga mengingatkan agar setiap persoalan internal yang muncul di kalangan sejawat dapat diselesaikan melalui organisasi profesi dan jalur komunikasi yang baik, tanpa harus berkembang menjadi konsumsi publik.

“Kalau memang ada ketidaksesuaian komunikasi di antara sejawat, mari datang ke perhimpunannya, mari datang ke organisasi untuk menyelesaikannya. Jangan sampai persoalan-persoalan yang sebetulnya bisa selesai di internal justru terbuka sampai keluar,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PDPI Cabang Riau diharapkan tidak hanya mampu memperkuat pengembangan ilmu respirasi, tetapi juga mempererat sinergi, solidaritas, dan etika kesejawatan di lingkungan tenaga medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....