Tiga Pesawat Dikerahkan, OMC Riau Intensif Cegah Karhutla

  • 21 Apr 2026 18:07 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah terus mengintensifkan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau melalui kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam operasi tahap kedua ini, sebanyak tiga unit pesawat dikerahkan untuk melakukan penyemaian garam guna memicu hujan buatan.

Kegiatan OMC tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kehutanan, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menjelaskan operasi ini bertujuan untuk membasahi lahan gambut yang rawan terbakar, terutama menjelang puncak musim kemarau.

“Saat ini ada tiga pesawat yang beroperasi di Riau, terdiri dari dua pesawat BNPB dan satu pesawat dari Kementerian Kehutanan yang berkolaborasi dengan BMKG,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.

Pesawat pertama, Cessna C208 PK-JVH milik BNPB, telah beroperasi selama 21 hari dengan total 43 sortie dan menyemai sekitar 43 ton garam. Sementara pesawat kedua, THRUSH S2R-T34 PK-KHH, juga dari BNPB, telah menjalankan misi selama 11 hari dengan 10 sortie dan 10 ton garam yang disebarkan.

Adapun pesawat ketiga, Cassa 212-200 A-2107 milik Kementerian Kehutanan bersama BMKG, telah beroperasi selama empat hari dengan enam sortie dan total penyemaian garam mencapai 4,8 ton.

Jim Gafur menambahkan, pelaksanaan OMC akan terus dilakukan selama terdapat potensi awan hujan, baik pada siang maupun malam hari.

Fokus kegiatan OMC saat ini menyasar wilayah pesisir timur Riau yang dinilai rawan karhutla, meliputi Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, serta Kota Dumai.

Ia menegaskan, operasi ini menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi karhutla, terutama untuk menjaga kondisi lahan tetap lembap dan meminimalisir potensi kebakaran di wilayah rawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....