Capaian Imunisasi Baduta Lengkap di Riau Masih Rendah

  • 20 Apr 2026 09:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyoroti masih rendahnya capaian Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) serta tingginya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi (zero dose) di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan anak dan mencapai target nasional di sektor imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyatakan program imunisasi saat ini telah menjadi prioritas nasional. Pemerintah pusat menargetkan eliminasi zero dose children sebagai bagian dari agenda transformasi kesehatan.

“Jika kita tarik ke konteks nasional, pemerintah pusat menargetkan eliminasi zero dose children. Ini menunjukkan isu imunisasi bukan hanya prioritas daerah, tetapi juga prioritas nasional. Tantangan ke depan bukan lagi pada pemahaman program, melainkan pada kualitas pelaksanaan, konsistensi intervensi, dan kekuatan kolaborasi lintas sektor serta lintas program,” ujar Zulkifli pada Senin 20 April 2026.

Ia menegaskan keberhasilan program imunisasi sangat bergantung pada sinergi antarinstansi, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, hingga keterlibatan masyarakat. Tanpa koordinasi yang kuat, target cakupan imunisasi sulit tercapai secara optimal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dahlia Eka Okta, memaparkan data terbaru yang menunjukkan capaian imunisasi di Riau masih berada di bawah target nasional.

“Capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Riau tahun 2025 masih 78,38%. Untuk imunisasi baduta lengkap (IBL) hanya mencapai 65,17%. Selain itu, imunisasi antigen baru PCP dosis 2 sebesar 64,49%, rotavirus dosis 3 sebesar 45,37%, dan imunisasi pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) mencapai 89,89%,” jelas Dahlia.

Ia juga menambahkan bahwa cakupan imunisasi TT2+ pada ibu hamil berada di angka 71,52%. Namun, persoalan utama masih terletak pada tingginya jumlah anak yang belum menerima imunisasi sama sekali.

“Estimasi anak zero dose di Riau mencapai 59.992 anak yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Ini menjadi perhatian serius karena kelompok ini sangat rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” lanjutnya.

Dahlia menekankan rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk akses layanan kesehatan, kesadaran masyarakat, serta tantangan distribusi di wilayah tertentu.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mendorong penguatan strategi berbasis wilayah dengan pendekatan yang lebih terarah. Fokus utama diarahkan pada peningkatan jangkauan layanan, edukasi masyarakat, serta integrasi program lintas sektor.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap cakupan imunisasi, khususnya IBL, dapat meningkat secara signifikan dan target eliminasi zero dose children dapat tercapai dalam waktu yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....