Sekda Riau Soroti Tantangan Kesehatan dan Ketahanan Pangan

  • 16 Apr 2026 16:33 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan bahwa Riau masih menghadapi sejumlah tantangan serius di sektor kesehatan dan pangan, sebagaimana tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Ia menyebutkan, persoalan gizi kurang dan stunting masih menjadi perhatian utama yang perlu ditekan. Selain itu, ketahanan serta kualitas konsumsi pangan masyarakat juga harus terus ditingkatkan.

“Tantangan ini nyata dan langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Masih ada persoalan gizi dan stunting, serta isu keamanan pangan dan penggunaan obat yang perlu menjadi perhatian serius,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Syahrial menjelaskan, masih ditemukannya peredaran pangan yang tidak memenuhi standar serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat menjadi ancaman tersendiri, terutama karena dapat memicu resistensi antimikroba.

Dalam RPJMD tersebut, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan arah pembangunan yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Indikator keberhasilan itu di antaranya terlihat dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan angka stunting dan gizi buruk, serta penguatan ketahanan dan kualitas konsumsi pangan.

“Keberhasilan tidak hanya dilihat dari program yang berjalan, tetapi juga dari perubahan kondisi masyarakat yang semakin sehat dan terlindungi,” katanya.

Untuk itu, Syahrial menekankan pentingnya membangun sistem keamanan pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga pengawasan dapat berjalan secara konsisten dan tidak parsial.

Selain itu, pengendalian resistensi antimikroba juga harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi menjadi ancaman jangka panjang bagi dunia kesehatan.

Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik benar-benar berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pelaksanaan program administratif.

“Setiap anggaran harus memberikan perlindungan nyata, memperkuat pengawasan, menurunkan risiko, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Syahrial menambahkan, Pemprov Riau berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang aman, memperoleh obat yang berkualitas, serta hidup dalam kondisi sehat dan terlindungi.

Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat mendukung pencapaian target pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan, memperkuat ketahanan pangan, dan menekan risiko penyakit di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....