Perpisahan Sederhana di Sekolah Jadi Contoh Positif di Riau

  • 15 Apr 2026 08:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sejumlah sekolah di Provinsi Riau mulai menerapkan konsep perpisahan siswa yang lebih sederhana dan bermakna. Salah satunya terlihat dari kegiatan yang dilaksanakan oleh SMA Plus, yang memilih menggelar acara di lingkungan sekolah dengan suasana khidmat tanpa kemewahan berlebihan.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kembali mengimbau seluruh SMA/SMK negeri dan SLB agar tidak menyelenggarakan acara perpisahan di hotel. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah munculnya beban biaya tambahan bagi orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menyampaikan bahwa perpisahan tetap boleh dilaksanakan, namun sebaiknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan.

“Perpisahan tidak dilarang, tetapi sebaiknya cukup digelar di sekolah. Yang penting adalah nilai kebersamaan dan makna yang dirasakan siswa,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini menuntut adanya efisiensi, termasuk dalam kegiatan sekolah. Ia mengungkapkan, pihaknya kerap menerima keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan yang cukup besar, terutama jika kegiatan digelar di hotel.

Erisman menilai, kegiatan perpisahan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah justru lebih menghadirkan kedekatan emosional bagi siswa, guru, dan orang tua. Hal tersebut juga tercermin dari pelaksanaan perpisahan di SMA Plus yang berlangsung tertib dan penuh makna.

“Acara di sekolah tetap bisa berjalan dengan baik, suasananya bahkan terasa lebih sakral dan kebersamaannya lebih kuat,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan acara di hotel biasanya membutuhkan biaya tambahan seperti sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi, yang pada akhirnya dibebankan kepada orang tua.

Tak sedikit orang tua yang merasa keberatan, namun enggan menyampaikan secara terbuka demi menghindari konflik dengan pihak sekolah.

Disdik Riau berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut. Perpisahan yang sederhana dinilai mampu membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.

“Yang terpenting bukan kemewahan acara, tetapi kenangan dan nilai yang dibawa siswa setelah lulus,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....