DPRD Kota Pekanbaru Akan Perjuangkan Bebas Pungutan Sekolah

  • 12 Apr 2026 18:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Wakil rakyat DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Tekad Abidin, kembali menggali aspirasi warga melalui program reses di Jalan Suhada, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu 11 April 2026.

Pada pertemuan tersebut, masyarakat menunjukkan semangat tinggi dalam menyuarakan berbagai keluhan, saran, maupun harapan mereka kepada Tokoh Politik PDIP ini. Beragam isu diutarakan, mencakup bidang pembelajaran, kesejahteraan medis hingga sistem pengairan.

Dalam penjelasannya, Tekad menekankan dedikasi pribadinya pada sektor pembelajaran, terutama berkaitan dengan praktik tarikan biaya di institusi pendidikan yang masih sering dijumpai.

"Saya masih terima laporan mengenai banyaknya tarikan dana di institusi pendidikan, seperti iuran kelompok, pengadaan materi pembelajaran, maupun pakaian dinas. Ada yang menyebut itu dari organisasi orang tua murid, ada pula dari pihak institusi. Namun apabila kita mengacu pada peraturan undang-undang, semua praktik itu sebenarnya dilarang," tegasnya.

Beliau melanjutkan, tidak perlu ada diskusi panjang mengenai masalah ini, sebab ketentuan hukum yang ada sudah tegas melarang setiap tarikan dana di zona pendidikan.

Selanjutnya, Tekad menginformasikan bahwa sepanjang tahun ini pemerintah kota telah menyiapkan anggaran untuk inisiatif pemberian pakaian sekolah tanpa biaya bagi murid baru jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

"Tahun ini untuk murid-murid baru, baik SD dan SMP, kita telah mengalokasikan pakaian dinas tanpa biaya, meskipun jumlahnya masih terbatas, Rp1.500 untuk murid SD baru dan Rp1.500 untuk murid SMP baru. Maka bapak ketua RT dan ketua RW dapat merekomendasikan identitas warga yang memenuhi syarat penerima manfaat. Karena kapasitas finansial kita belum mencukupi untuk semua, tentunya kita seleksi terlebih dahulu. Semoga di periode mendatang, kita bisa mengalokasikan lebih besar," jelasnya.

Pada bidang kesejahteraan medis, beliau menyebutkan adanya penambahan dana yang sangat berarti. Jika waktu lalu sekitar Rp80 miliar, saat ini berkembang menjadi sekira Rp120 miliar.

"Dengan alokasi itu, masyarakat yang memiliki identitas penduduk dan surat keluarga Pekanbaru bisa memanfaatkan layanan medis dengan hanya memperlihatkan identitas penduduk. Bahkan saat kondisi mendesak, bisa langsung menuju ruang gawat darurat di fasilitas medis apapun," jelasnya.

Bersamaan dengan itu, dalam dialog interaktif, penduduk Jalan Suhada menyuarakan kekhawatiran terkait sistem pengairan yang tidak beroperasi optimal. Situasi ini mengakibatkan lingkungan itu sering terendam saat cuaca hujan.

"Saluran air di sini penuh sesak, airnya tidak mengalir lancar. Hujan selama satu jam saja sudah menyebabkan genangan air," keluh salah seorang warga.

Merespons permasalahan tersebut, Tekad menyampaikan bahwa Administrasi Kota Pekanbaru sepanjang tahun ini memang menekankan renovasi sistem pengairan di beberapa area. Beliau berjanji akan mengajukan perbaikan sistem pengairan di kawasan Jalan Suhada supaya segera ditangani.

"Memang fokus administrasi kota tahun ini adalah renovasi sistem pengairan. Ini akan kita desak agar segera dibenahi," ujarnya.

Selain sistem pengairan, Tekad juga menekankan pentingnya pencahayaan jalan komunal, khususnya di rute menuju rumah ibadat. Beliau mendorong pemasangan lampu jalan berenergi matahari untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

"Saya ingin jalan menuju masjid itu bersinar terang, terlebih lagi bapak ibu yang biasanya melakukan sembahyang fajar di masjid. Jangan sampai karena minimnya penerangan, akhirnya terjadi peristiwa yang tidak kita harapkan. Jadi ini juga akan kita dorong ke depannya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....